Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DORONG potensi ekonomi kreatif dan pariwisata untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih merata di Tanah Air.
"Di tengah berbagai tekanan di sektor ekonomi yang berdampak pada pengurangan tenaga kerja, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berpotensi besar menyediakan lapangan kerja," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/8).
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki kemampuan enam kali lipat lebih banyak dalam menyediakan lapangan pekerjaan.
Baca juga : Peningkatan Kinerja Sektor Pariwisata Nasional Butuh Dukungan Semua Pihak
Selain itu, sumber yang sama juga menyebutkan nilai ekonomi kreatif di Indonesia terus bertambah mencapai Rp1,4 triliun.
Menurut Lestari, dengan potensi tersebut berbagai upaya untuk mendorong agar pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di Indonesia medapatkan perhatian serius dalam proses pembangunan.
Rerie, sapaan Lestari berpendapat, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan keterampilan masyarakat di berbagai daerah dengan potensi seni dan budaya yang unik harus konsisten dilakukan.
Baca juga : Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Dorong Pengembangan Pariwisata Indonesia Secara Kreatif
Agar upaya meningkatkan kualitas SDM pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan, Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, langkah pendataan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di setiap daerah harus dilakukan.
Data tersebut, jelas Rerie, dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk memetakan berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang kita miliki, kemudian secara sistematis dan terukur dapat dikembangkan.
Langkah yang sistematis dan terukur itu, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, diharapkan mampu membuka peluang lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lebih luas lagi.
Dengan lapangan kerja yang lebih luas, Rerie berharap, amanah konstitusi untuk lebih meratakan kesejahteraan rakyat hingga pelosok negeri akan semakin terbuka bagi setiap warga negara. (Z-6)
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Selain menjadi pusat operasional regional, kantor pusat ini pun dirancang untuk menampung berbagai aktivitas korporasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat tumbuh 5,69 persen, dengan nilai ekspor yang telah mencapai US$12,89 miliar dan melampaui target tahun 2025.
Mayoritas pelaku usaha kreatif merupakan usaha mikro dan kecil yang berkembang terutama di wilayah perkotaan.
Penulisan konten digital kini menjadi salah satu sektor kreatif yang berkembang paling cepat dan mampu membuka peluang ekonomi baru.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan redistribusi guru sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan mutu pembelajaran
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan ekosistem digital demi mendukung kreativitas anak bangsa.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
DALAM menghadapi ketidakpastian politik internasional, Indonesia harus konsisten mempertahankan sikap sebagai pendukung perdamaian abadi, sesuai amanat konstitusi.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat soroti rendahnya nilai TKA SMA (Matematika 36,10). Desak perbaikan sistem pendidikan & fokus nalar kritis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved