Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA waktu lalu, Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan resmikan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita yang naik menjadi Rp15.700 dari harga sebelumnya Rp14.000.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia di salah satu pasar tradisional di Jakarta Barat, didapatkan sejumlah pedagang tidak menurunkan penjualan.
"Engga menurun kok kalau penjualan," ucap Sri (bukan nama asli), salah satu pedagang di pasar tradisional di pasar tersebut, saat ditemui pada Minggu (21/7).
Baca juga : Puan Maharani Peringatkan Dampak Kenaikan Harga Minyak Goreng Bersubsidi dan Kelangkaannya
Bahkan, ia mengungkapkan telah menjual Minyakita di atas HET sebelum HET Minyakita dinaikkan.
"Sudah jual di harga Rp16.000 dari kemarin-kemarin," tutur dia.
Sementara itu, Desi, salah satu warga Cengkareng, Jakarta Barat menyatakan bahwa dirinya suka membeli Minyakita dengan harga Rp17.000 di warung kelontong dekat rumahnya.
Baca juga : HET Baru Dinilai Berpotensi Lancarkan Distribusi MinyaKita
"Harga Rp17.000, belinya di warung deket sini," imbuhnya saat ditemui.
Ia pun mengakui sebenarnya keberatan dengan harga Minyakita yang biasa dirinya beli.
"Keberatan dari segi harganya," pungkasnya.
Sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan mengatakan HET minyak goreng rakyat atau MinyaKita sebesar Rp15.700 per liter sudah berlaku. Payung hukum berbentuk Peraturan Menteri Perdagangan tentang HET MinyaKita terbaru pun dikatakannya segera diundangkan pada pekan depan.
"Sudah berlaku harga Rp15.700 sudah, nanti memang resminya tentu ada permendag-nya," ujar Zulkifli usai meresmikan Porseni Kementerian Perdagangan di Jakarta, Jumat, (19/7). (Z-3)
Jelang Natal dan tahun baru, harga cabai merah dan telur di pasar tradisional terus merangkak naik cukup signifikan hingga banyak pembeli mengeluhkan kenaikan itu
Pasar Murah yang dilakukan Pemprov Jatim selama menyasar daerah daerah pinggiran kota yang sangat jauh dari pasar Tradisional, sehingga tidak perlu harus ke Pasar Tradisional.
Pasar tradisional masih menghadapi tantangan besar, tidak hanya soal kesan kumuh, tetapi juga persaingan dengan pasar modern dan e-commerce.
Sebanyak 153 pasar yang dimiliki Jakarta, belum semuanya direvitalisasi
Sebanyak 60 dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya di Jakarta dalam kondisi kumuh dan rawan banjir akibat tak terawat dan kosong
Kenaikan tersebut, banyak dikeluhkan para pembeli termasuk komoditas lain ikut merangkak naik seperti sayuran, cabai merah, bawang putih, bawang merah dan lainnya.
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Turunnya HET pupuk bersubsidi ini cukup signifikan. Penurunan HET ini berlaku untuk semua jenis pupuk bersubsidi, baik pupuk Urea, NPK Phonska, NPK Kakao, pupuk organik, maupun ZA.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Sonny T Danaparamita mempertanyakan tingginya harga beras di pasaran. Padahal, stok cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat melimpah yakni mencapai 3,9 - 4 juta ton.
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa Harga Eceran Tertinggi untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan mengalami kenaikan.
Aprindo menyatakan beras premium mulai kembali hadir di pasar ritel. Sebelumnya beras premium sempat ditarik akibat masalah pelanggaran standar mutu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved