Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VII DPR RI, Mulyanto mengrkitik rencana pembatasan BBM bersubsidi oleh Pertamina hanya akan merugikan masyarakat kecil. Sebab, subsidi tersebut memang dianggarkan untuk masyarakat menengah ke bawah agar roda ekonomi terus berjalan.
"Pertamina proaktif dengan aplikasi MyPertamina yang melakukan pembatasan penjualan BBM bersubsidi di lapangan. Padahal ini kan aksi korporasi yang tidak ada dasar hukumnya," ujarnya, Rabu (10/7).
Menurutnya pembatasan distribusi BBM bersubsidi akan dijalankan pada tahun 2025. Hal itu sebagaimana tercantum dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2025 yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Baca juga : Pemerintah Tegaskan Harga Pertalite dan Solar tidak Berubah
Wakil Ketua FPKS DPR RI itu menyebut tidak tepatnya sasaran BBM subsidi bukan alasan untuk segera memberlakukan pembatasan. Justru yang harus diperbaiki adalah distribusi BBM bersubsidi, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat subsidi negara untuk bangkit dari keadaan ekonomi yang sulit ini.
"Wacana ini kan sudah lama berkembang, karena diketahui terjadi ketidaktepatsasaran yang memicu ketidakadilan dalam distribusi BBM bersubsidi, di mana orang kaya atau mobil mewah kedapatan masih banyak yang menggunakan BBM bersubsidi. Padahal BBM bersubsidi ini kan ditujukan untuk masyarakat miskin dan rentan. Nyatanya Pemerintah mengambil sikap pembiaran," kata Mulyanto.
Hingga kini, kata dia, ketidaktepatan sasaran dalam pendistribusian BBM bersubsidi masih terjadi. Kendaraan tambang, industri dan perkebunan yang semestinya tidak menggunakan BBM tidak bersubsidi, ternyata di lapangan diketahui masih menggunakan BBM bersubsidi.
"Jadi pemerintah dan Pertamina wajib menertibkan soal distribusi BBM ini dengan merevisi Perpres terkait agar semakin berkeadilan," tegasnya.(Z-8)
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
Anggota Komisi VI DPR Khilmi meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya seperti kasus Pertalite yang dicampur air di Jawa Timur.
Sejumlah warga di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengeluh motor rusak setelah diisi Pertalite.
PERTAMINA Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperpanjang posko aduan terkait kendaraan yang 'brebet' atau mogok usai mengisi BBM jenis pertalite, hingga 10 November 2025 mendatang.
DPR RI akan memanggil pemerintah dan Pertamina menyusul laporan kendaraan yang mogok atau motor brebet setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di Jawa Timur.
Upaya menjaga mutu bahan bakar minyak (BBM) dan pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus diperkuat.
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui mandatori campuran etanol sebesar 10% (E10).
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
BANK Dunia telah memperingatkan terkait lonjakan lebih lanjut dalam harga Premium Motor Spirit (bensin). Soalnya, penaikan harganya dapat membahayakan pemulihan ekonomi Nigeria.
Skema ini lebih tepat dibanding penghapusan subsidi secara menyeluruh, yang akan menghasilkan inflasi sebesar 5,3%.
Ada sembilan penyebab yang membuat kendaraan menjadi lebih boros dalam mengonsumsi BBM.
Salah satunya yang sering terjadi adalah malasah bahan bakar yang boros. Motor yang mengkonsumsi bensin banyak ternyata bukan hanya pada kendaraan dengan tenaga besar saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved