Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Hutama Karya terus menggalakkan kampanye keselamatan berkendara. Melalui program Selamat Sampai Tujuan (Setuju) yang telah diinisiasi sejak 2019, perseroan tidak bosan untuk mengingatkan para pengguna jalan tol untuk selalu berhati-hati.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengungkapkan, di tahun ini pihaknya memperluas target sasaran kampanye agar dapat diterima oleh seluruh golongan kendaraan dari mulai supir travel, supir truk, hingga komunitas mobil.
“Keselamatan berkendara di jalan tol adalah tanggung jawab bersama, sehingga edukasi dan sosialisasi harus terus kami lakukan utamanya mengingat karakteristik tol Trans Sumatra yang Panjang dan lurus,” ujar Adjib melalui keterangan tertulis, Selasa (25/6).
Baca juga : Hutama Karya Kembali Beri Diskon 20% di Tiga Ruas JTTS
Kampanye Setuju digencarkan tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan tol, tetapi juga membentuk kebiasaan bagi pengemudi, mengurangi angka kecelakaan, hingga meningkatkan kualitas keselamatan. Kampanye ini dilakukan dengan memanfaatkan berbagai pendekatan, inisiatif, dan media komunikasi seperti Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik, Edukasi Safety Riding bahkan hingga menggandeng Rifat Sungkar sebagai key opinion leader (KOL).
Hingga pertengahan 2024, implementasi kampanye Setuju telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Melalui 12 aksi Operasi Microsleep, sekitar 700 pengemudi berhasil di monitor kondisi fisik maupun kendaraan mereka.
Sementara itu, selama hampir 6 bulan ini, Hutama Karya juga telah membagikan sebanyak 730 kudapan dan kopi kepada pengguna jalan tol untuk mengantisipasi kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi mengantuk.
Hutama Karya juga melakukan 28 kali Operasi Over Dimension Overload (ODOL) dengan 802 kendaraan yang diperiksa dan ditimbang untuk mengurangi kecelakaan yang diakibatkan kendaraan dengan muatan maupun dimensi berlebih.
“Melalui berbagai inisiatif yang telah dilaksanakan, kami mencatat peningkatan signifikan dalam kesadaran keselamatan berkendara. Itu tercermin dari penurunan kecelakaan sekitar 30% secara tahunan di seluruh Jalan Tol Hutama Karya. Kami juga berharap pesan keselamatan dapat diterima oleh pengguna jalan tol dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda,” tandasnya. (Z-11)
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) menargetkan kondisi jalan tol dalam menghadapi periode mudik Lebaran 2026
MASYARAKAT Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah jangan hanya terpaku pada jalan tol saat arus mudik Lebaran 2026. Perbaikan jalan arteri yang layak dapat menjadi alternatif.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat peningkatan arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono memprediksi ada 1,6 juta kendaraan meninggalkan dan memasuki wilayah Jabotabek melalui Jalan Tol Jasa Marga di libur Imlek 2026.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
Emosi yang tidak stabil saat macet sering kali memicu pengemudi bertindak agresif, seperti bermanuver zigzag atau menyalip melalui bahu jalan.
SECARA kumulatif, total trafik harian pada ruas tol Trans Sumatra yang telah beroperasi mencapai 120.757 kendaraan, atau meningkat 28,78% pada libur Isra Mikraj dibandingkan trafik normal.
MENGANTISIPASI lonjakan arus lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) rest area di Tol Trans Sumatra beroperasi 24 jam penuh.
Di balik skema mega strategis ini, hambatan di lapangan tidak bisa diabaikan. Salah satu tantangan utama adalah pengadaan lahan, yang membutuhkan lebih dari 35.000 hektare.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di sekitar Jalan Tol Trans Sumatra (JTSS).
Salah satu di antara mereka yakni mantan Direktur Utama PT Hutama Karya Realitindo Koentjoro dan eks Direktur PT STJ Setya Shri Laksana.
Volume lalu lintas (VLL) mencapai 125.839 kendaraan pada Senin (30/12) atau meningkat 38,50% dari VLL normal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved