Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa bersaing secara global. Karena itu, wisatawan yang datang ke Indonesia diharapkan menjadi salah satu target konsumen produk-produk UMKM lokal.
"Saya ingin pastikan Pameran Apresiasi Karya Indonesia (AKI) 2024 bisa menghasilkan UMKM siap go global, terlebih banyak wisatawan asing yang datang," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno.
Dia optimistis dengan target belanja Rp1 juta setiap pengunjung, total transaksi bisa mencapai Rp5-10 miliar. "Seluruh produk berkualitas dan siap untuk pasar global, sehingga cara ini bisa mengangkat usaha dan membuka peluang kerja," tambahnya.
Baca juga : Ratusan Pelaku Ekraf Perdalam Ilmu Bisnis Hingga Networking
Sandiaga mengungkapkan hal itu saat mengunjungi Pameran AKI Denpasar, Bali, dengan mengajak dua Duta Besar RI yakni Sukmo Harsono (Dubes RI untuk Panama, Honduras, Kosta Rika, dan Nikaragua) dan Iwan Bogananta (Dubes RI untuk Bulgaria, Albania, dan Makedonia Utara).
Dia mengajak kedua dubes itu sekaligus untuk memberikan masukan kepada pelaku UMKM mengenai produk yang dapat dipasarkan di Eropa dan Amerika. Menurutnya, ada tiga hal yang bisa dipetik melalui produk UMKM di AKI.
Pertama, inovasi produk UMKM yang tidak kalah dengan produk luar negeri. Kedua, adaptasi pelaku UMKM terhadap produk ramah lingkungan. Ketiga, kolaborasi yang meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Sandiaga berkomitmen terus bergerak agar semua UMKM tidak tertinggal. Pada 2024, sekitar 7.000 UMKM mendaftar di AKI dan 400 UMKM terpilih, sehingga total peserta selama empat tahun yakni 1.600 UMKM.
Baca juga : Didukung 16 UMKM Kreatif, Pekan Puncak Apresiasi Kreasi Indonesia 2023 Sukses
Dalam pameran AKI yang digelar Direktorat Kuliner Kriya Desain dan Fesyen Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf di Kota Denpasar itu diikuti 39 jenama peserta, terdiri dari bidang kriya, fesyen, kuliner, games, musik dan film.
Banyak benefit yang dirasakan peserta Pameran AKI 2024 Denpasar. Salah satunya, Novita Wesley, owner jenama Namaste 21 produsen ethno eco bag.
"Dari pameran ini, saya mau membangun citra merek Namaste 21 Handmade sebagai brand ramah lingkungan, peduli pada budaya lokal dan mendukung komunitas," tuturnya.
Hal senada dirasakan Rosita, owner Batik Shibori. Dia berharap pameran tersebut bisa menangkap peluang kerja sama dengan pengusaha lokal Bali untuk bisa berkolaborasi memasarkan produknya.
Wayan Sukandra, Manager Camilla Mozzarella, merasakan kebahagiaannya karena produknya dikunjungi Menparekraf Sandiaga Uno. Ia pun berharap kehadiran produknya dalam pameran bisa merambah pasar domestik lainnya.
Dwi Kusuma, owner Balibel, mengakui kehadiran di AKI menambah wawasan berwirausaha, networking, dan segmen pasar.
Ngurah Yasa, salah satu pengunjung, sangat mengapresiasi program AKI karena membantu UMKM mendapat media pemasaran. Ia berharap kesempatan bagi UMKM mengikuti event-event seperti ini bisa diperbanyak. (H-2)
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Selain menjadi pusat operasional regional, kantor pusat ini pun dirancang untuk menampung berbagai aktivitas korporasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat tumbuh 5,69 persen, dengan nilai ekspor yang telah mencapai US$12,89 miliar dan melampaui target tahun 2025.
Mayoritas pelaku usaha kreatif merupakan usaha mikro dan kecil yang berkembang terutama di wilayah perkotaan.
Penulisan konten digital kini menjadi salah satu sektor kreatif yang berkembang paling cepat dan mampu membuka peluang ekonomi baru.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved