Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan tren pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dapat mengancam kinerja industri manufaktur di Tanah Air, khususnya sektor padat karya berorientasi ekspor. Kurs rupiah semakin melemah dengan berada di posisi Rp16.412 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (14/5).
Shinta menuturkan depresiasi rupiah semakin menambah beban operating expense (opex) atau biaya yang difungsikan untuk operasional sehari-hari perusahaan. Padahal,
beban opex dikatakan terus meningkat seiring dengan kenaikan upah, suku bunga dan beban lainnya.
Baca juga : Rupiah Anjlok, Pemerintah Diminta Selektif soal Impor
"Industri yang paling rentan terdampak dari pelemahan rupiah itu industri padat karya berorientasi ekspor. Dengan beban opex semakin berat, berimbas pada penurunan daya saing industri tersebut," ungkap Shinta kepada Media Indonesia, Selasa (18/6).
Depresiasi rupiah juga akan membuat kinerja industri-industri manufaktur nasional semakin tertekan karena cost of doing business atau biaya melakukan bisnis semakin mahal. Ini membuat bisnis industri orientasi ekspor menjadi tidak kompetitif.
Selain itu, nasib usaha di sektor padat karya berorientasi ekspor semakin merana dengan adanya penurunan permintaan pasar akibat gejolak ekonomi. Kekhawatiran adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran di industri tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, serta furniture di depan mata.
Baca juga : Terus Melemah, Rupiah Diperkirakan Bisa Tembus Rp17.000 per Dolar AS
"Dampak terparahnya itu terjadi PHK di industri-industri," imbuh Shinta.
Senada, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wiraswasta menyampaikan pelemahan rupiah akan menambah beban usaha industri. Dia menyebut sekitar 30% bahan baku utama serat dan benang filament masih impor. Dengan adanya tren depresiasi nilai tukar, maka harga pembelian bahan baku semakin mahal.
"Saat rupiah melemah, maka beban biaya bahan baku sektor hulu meningkat. Dampaknya juga akan mempengaruhi cash flow (kas perusahaan)," jelasnya saat dihubungi secara terpisah.
Baca juga : Rupiah Menguat setelah Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan
Redma menambahkan masalah lainnya ialah adanya banjir produk impor yang dapat mengganggu penjualan industri TPT. Gempuran barang impor membuat utilitas industri tekstil dari hulu ke hilir hanya menjadi 45%.
"Dari awal permintaan kita cuma satu, kasih pasar domestik menguasai produk dalam negeri. Ini impornya direlaksasi terus, belum lagi impor ilegalnya. Jadi, neraca perdagangan TPT negatif," bilangnya.
Ketua Umum APSyFI itu pun menegaskan dengan deretan masalah bisnis yang dialami industri TPT sejak pandemi covid-19 dan ditambah dengan pelemahan kurs rupiah, maka tidak menutup kemungkinan pabrik-pabrik tekstil banyak yang tutup.
"Bukan lagi PHK massal, ini PHK sekalian tutup pabrik," pungkasnya. (Z-8)
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, SeninĀ 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat ke depan, meskipun belum seoptimistis proyeksi pemerintah.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved