Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan bank sentral bakal terus memperkuat bauran kebijakan. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
"Dalam kondisi global yang masih bergejolak ini kebijakan moneter akan secara konsisten untuk menjaga stabilitas dengan memastikan inflasi tetap terkendali dan nilai tukar rupiah tetap stabil," ujar Perry dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2024, Jumat (14/6).
Bauran kebijakan tersebut, kata Perry, turut dipastikan akan seirama dengan kebijakan fiskal yang dikeluarkan pemerintah. Bank sentral akan menjaga kebijakan makro yang longgar.
Baca juga : Insentif Makroprudensial Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Hal itu ditempuh dengan pemberian insentif likuiditas kepada perbankan atas penyaluran kredit ke berbagai sektor yang dianggap produktif. Pemanis itu diharapkan dapat memantik kapasitas perekonomian dalam negeri, utamanya di sektor penghiliran, pertanian, dan UMKM.
Di saat yang sama, imbuh Perry, BI akan mendorong digitalisasi layanan untuk mendukung penyaluran bantuan sosial, elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah daerah, hingga penguatan kerja sistem pembayaran QRIS dengan ASEAN maupun negara lainnya.
"Ke depan kita perlu terus memperkuat sinergi ini karena kondisi global masih belum ramah. Berbagai tantangan ke depan perlu kita hadapi dengan upaya dan sinergi yang berkelanjutan," kata Perry.
Dia menilai, kesinambungan kebijakan amat penting, utamanya dalam pengendalian inflasi yang tengah diupayakan. Itu juga akan berperan pada upaya mitigasi risiko kenaikan harga pangan dan energi imbas konflik geopolitik dunia yang masih terjadi. (Z-11)
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved