Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN Bank Indonesia menaikan BI Rate berpotensi memperlambat kemampuan belanja masyarakat dan menghambat aktivitas sektor riil. Itu karena suku bunga pinjaman juga berpeluang naik dan menambah beban biaya masyarakat dan dunia usaha.
"Memang ini akan berdampak pada suku bunga pinjaman dan kredit. Cost of fund ini akan meningkat dan berpotensi memperlambat aktivitas di sektor riil," ujar Ekonom Makroekonomi dan Keuangan LPEM UI Teuku Riefky saat dihubungi, Rabu (24/4).
Karenanya, perlu ada pemantauan yang cukup ketat dari dampak kenaikan BI Rate terhadap aktivitas konsumsi dan geliat di sektor riil. Sebab hal itu dapat dipastikan memberi dampak dan berimbas pada perekonomian secara menyeluruh.
Baca juga : Dunia Usaha Hargai Keputusan BI Naikan Suku Bunga
Namun Riefky menyampaikan, keputusan BI sedianya telah berada di jalur yang tepat. Pasalnya langkah itu dinilai dapat mendukung stabilitas nilai tukar rupiah yang beberapa waktu ke belakang melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Karena memang kalau kemudian rupiah terlalu terdepresiasi, maka kemudian impor kita akan terpukul. Impor kita ini 90% merupakan bahan baku/modal yang berkaitan langsung dengan aktivitas produksi dalam negeri," jelas Riefky.
"Kalau ini pun tidak terkendali, maka sektor produktif dalam negeri akan terdampak. Jadi, memang di satu sisi ini tujuannya adalah untuk melakukan stabilisasi rupiah," pungkasnya. (Z-8)
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
IHSG ditutup menguat ke posisi 9.134,70 pada Selasa (20/1). Simak analisis dampak ketegangan dagang AS-Eropa dan keputusan BI Rate
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved