Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN iklim dan isu sosial semakin menguatkan panggilan bagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia, untuk bertindak secara cepat. Dalam menghadapi tantangan ini, Onduline Indonesia, anak perusahaan Kingspan Group, yang dikenal sebagai pemimpin global dalam produksi bahan bangunan ramah lingkungan, terus mempercepat inovasi dan kontribusinya dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Onduline Indonesia, yang telah menginjak usia ke-19 tahun, semakin menekankan konsep bisnis yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan bumi. Komitmen ini tercermin dalam kembali meraih pengakuan dan sertifikasi Green Label Indonesia dengan predikat tertinggi GOLD dari Green Product Council (GPC) Indonesia.
"Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menghadapi tantangan serius akibat krisis global yang dipicu oleh tingginya populasi dan pesatnya kegiatan ekonomi. Isu-isu seperti polusi udara, kenaikan permukaan air laut, pengelolaan limbah, dan kesenjangan ekonomi menjadi sorotan utama," ungkap Esther Pane, Country Director PT Onduline Indonesia.
Baca juga : Peran Perempuan dalam UMKM Ramah Lingkungan: Peluang dan Tantangan
Onduline Indonesia aktif mendukung arsitektur, desain, dan konstruksi berkelanjutan di Indonesia, dengan menghadirkan produk akhir dan aktivitas pabrik yang memprioritaskan konsep ramah lingkungan.
"Komitmen kami adalah memastikan bahwa proses produksi dan bahan baku atap bangunan kami sudah memiliki sertifikasi Green Label Certificate untuk kategori Gold dari Green Product Council Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa bisnis kami tidak hanya berkelanjutan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan," tambah Esther.
Pentingnya penggunaan material berkelanjutan semakin meningkat di sektor properti untuk membentuk masa depan yang lebih baik. Onduline Indonesia berkomitmen untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan industri atap bangunan yang berkelanjutan, dengan mengurangi dampak terhadap lingkungan dan menghadirkan produk yang lebih sehat.
Baca juga : TBIG Bangun Budaya Peduli Lingkungan
Menyambut hal ini, Chief Operation Officer GPC Indonesia, Yoyok Setio Hermanto, menegaskan bahwa sertifikasi Green Label Indonesia memainkan peran penting dalam mengurangi dampak negatif lingkungan.
"Saat ini, dunia menghadapi triple planet challenges, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Sertifikasi Green Label Indonesia menjadi salah satu pendorong signifikan dalam menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan," tegas Yoyok.
Di sisi lain, Onduline Indonesia juga menegaskan komitmennya dalam menggaungkan sertifikasi Green Label Indonesia, sebagai langkah konkret untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan standar keberlanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Proses mendapatkan sertifikasi Green Label Indonesia memang tidak mudah, tetapi Onduline Indonesia meyakini bahwa keseluruhan proses produksi harus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan demikian, Onduline Indonesia terus berupaya untuk menjadi perusahaan yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. (Z-10)
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Selain memberikan dampak lingkungan dan sosial, inovas ini menghasilkan dampak ekonomi signifikan dan terukur bagi masyarakat Desa Kedungturi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved