Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) meluncurkan inisiatif baru di bidang lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Langkah ini diambil dalam rangka menjalankan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) dan mengembangkan budaya organisasi yang sejalan dengan tren bisnis global.
TBIG meluncurkan sebuah program CSR dengan menggunakan teknologi pengolahan limbah sampah plastik bernama Reverse Vending Machine (RVM) yang ditempatkan di kantor pusat TBIG, Jakarta.
Baca juga : Proses Daur Ulang Sampah di Lebanon Gunakan Sistem Lantatur
Peluncuran program dilakukan oleh Chief of Business Support Officer PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Lie Si An.
Peluncuran program ditandai dengan pemasukan botol plastik PPE perdana oleh Lie Si An dalam RVM.
“Hal lain yang ingin kita capai dari implementasi ini adalah terbangunnya budaya peduli lingkungan karyawan. Ini merupakan awal positif untuk memotivasi dan mendorong karyawan untuk memiliki budaya lingkungan yang baik dan
menjadi bagian gerakan global di bidang lingkungan, khususnya circular economy” jelasnya.
Baca juga : Bandara Sepinggan Balikpapan Ikuti Gerakan Earth Hour dengan Matikan Lampu Beberapa Area
RVM yang menggunakan platform digital ini akan mencatat data mengenai volume limbah plastik yang didaur ulang dan recycle rate dari masing-masing karyawan.
Limbah plastik yang terkumpul akan diolah menjadi upcycling product yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Dalam kesempatan berbeda, Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi mengungkapkan, dari data yang diperoleh, jumlah produksi sampah plastik di Indonesia rata-rata mencapai 64 juta ton per tahun.
Baca juga : Inilah Perusahaan Penyumbang Sampah Plastik Terbanyak di Dunia
“Dari jumlah itu sekitar 3,2 juta ton di antaranya terbuang ke laut. Menurut kami hal ini sangat memprihatinkan. TBIG ingin berkontribusi dan terlibat langsung dalam penanggulangan masalah ini sebagai wujud tanggung jawab sosial kami di bidang lingkungan,” tandasnya.
Dalam menjalankan program ini TBIG menggandeng Plasticpay, sebuah start up lingkungan, sebagai
mitra implementasi.
Selain mengoperasikan RVM, TBIG juga menjembatani upaya pemasaran produk upcycling melalui koperasi yang dibinanya yaitu bersama Koperasi Jasa Bangun Bersama di Jawa Tengah. (RO/Nov)
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Kemenag memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Program Save The Valley Journey menghadirkan rangkaian aktivitas edukatif seperti Ice Breaking Dance, Water Filter Making, dan Seed Bomb Making.
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved