Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestlé dinobatkan sebagai juara bertahan perusahaan penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia. Mereka telah menempati posisi itu selama tiga tahun terakhir tanpa melakukan upaya pengurangan plastik secara signifikan.
Seperti dilansir The Guardian.com, Selasa (8/12), penelitian tahunan yang dilakukan sebuah lembaga nonprofit internasional, Break Free From Plastic menemukan, ketiga perusahaan itu menjadi sumber terbanyak sampah plastik, khususnya yang ditemukan di lautan.
Coca-Cola menempati posisi pertama. Diikuti oleh Nestlé dan PepsiCo. Sampah dari Coca-Cola ditemukan pada 51 dari total 55 wilayah pesisir, sungai, dan taman yang diteliti di 37 negara.
Secara total sampah plastik Coca-Cola yang ditemukan selama studi adalah sebanyak 13.834 buah, Nestlé sebanyak 8.633 buah, PepsiCo sebanyak 5.155 buah.
Studi tersebut melibatkan 15 ribu relawan yang tersebar di 37 negara. Mereka secara total mengumpulkan hampir 350 ribu buah sampah plastik sepanjang 2020. Sebanyak 63% di antaranya diketahui merupakan sampah plastik yang berasal dari produk perusahaan.
"Perusahaan-perusahaan penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia selalu mengatakan mereka berupaya keras mengurangi sampah dari plastik sekali pakai, tapi di saat yang bersamaan mereka terus menambah jenis produknya," ujar Global Campaign Coordinator Break Free From Plastik, Emma Priestland. (M-4)
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Program Save The Valley Journey menghadirkan rangkaian aktivitas edukatif seperti Ice Breaking Dance, Water Filter Making, dan Seed Bomb Making.
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved