Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TRUMP Media and Technology Group meminta bursa Nasdaq untuk mengambil tindakan tegas terhadap dugaan "naked" short selling saham oleh spekulator besar, sesuai dengan pengajuan sekuritas yang diposting pada Jumat.
Saham perusahaan media sosial mantan presiden tersebut anjlok lebih dari 70% antara debut pasar pada 26 Maret dan 16 April sebelum sedikit pulih dalam tiga sesi terakhir.
Pada Selasa, perusahaan tersebut merilis pertanyaan dan jawaban untuk para pemegang saham yang mencakup saran tentang bagaimana cara melindungi diri dari "short selling" -- taruhan bahwa saham akan turun.
Baca juga : Saham Terkait Trump Melonjak saat Pencalonannya sebagai Presiden
Dalam short selling, seorang investor meminjam saham, menjualnya, dan kemudian membeli saham kembali dengan harga lebih rendah untuk mengembalikannya kepada peminjam, mengantongi selisihnya.
TMTG mendorong para pemegang saham untuk "menghubungi pialang Anda untuk menempatkan pembatasan pada peminjaman saham Anda kepada penjual pendek."
Dalam surat kepada Nasdaq yang dirilis pada Jumat, Chief Executive TMTG Devin Nunes, mantan anggota kongres dari Partai Republik, mendorong bursa untuk mengambil langkah-langkah untuk "mendorong transparansi dan kepatuhan" dengan peraturan sekuritas AS yang melarang "naked short selling" di mana investor menjual saham yang tidak mereka miliki.
Baca juga : Kejagung Sita Saham Senilai Rp45 Miliar dari Kasus ASABRI
Nunes mengatakan TMTG telah terpengaruh oleh "manipulasi pasar potensial," menunjuk kepada empat perusahaan yang bertanggung jawab atas lebih dari 60% saham yang diperdagangkan, termasuk hedge fund Citadel Securities dan Jane Street Capital.
Naked short-selling "umumnya ilegal" dan "mengkhawatirkan terutama mengingat bahwa 'naked' short selling seringkali melibatkan peserta pasar yang canggih mengambil keuntungan dari investor ritel," kata Nunes.
Jurubicara Nasdaq mengatakan bursa tersebut mendukung upaya regulasi oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS untuk mengatasi naked short selling.
Baca juga : RUPSLB Summarecon Sepakati Right Issue 3,61 Milliar Lembar Saham
"Nasdaq berkomitmen pada prinsip-prinsip likuiditas, transparansi, dan integritas di semua pasar kami. Kami telah lama menjadi pendukung transparansi dalam short selling dan telah menjadi pendukung aktif aturan SEC dan upaya penegakan yang dirancang untuk memantau dan melarang naked short selling," kata jurubicara Nasdaq.
Citadel Securities mengeluarkan pernyataan yang tegas.
"Devin Nunes adalah pecundang yang mencoba menyalahkan 'naked' short selling atas penurunan harga sahamnya," kata Citadel.
"Nunes adalah tipe orang yang Donald Trump akan pecat di 'The Apprentice.' Jika dia bekerja untuk Citadel Securities, kami akan memecatnya, karena kemampuan dan integritas adalah inti dari semua yang kami lakukan." (AFP/Z-3)
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved