Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM investasi kripto, Fear of Missing Out (FOMO) menjadi momok yang kerap menghantui para investor, khususnya pemula. FOMO, ketakutan akan ketinggalan kesempatan mendapatkan keuntungan besar dari aset kripto yang sedang naik daun, dapat mendorong keputusan investasi yang tergesa-gesa dan tidak berdasarkan analisis mendalam.
Fenomena ini sering kali dipicu kisah-kisah aset kripto yang meroket secara drastis, menimbulkan rasa takut akan kehilangan kesempatan.
Seperti kasus Squid game coin yang mengalami kenaikan harga fantastis sebelum akhirnya terungkap sebagai skema penipuan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya memahami bagaimana mengelola emosi dan menghindari jebakan FOMO.
Baca juga : Strategi Maksimalkan Investasi Kripto untuk Investor
Berikut adalah tips untuk menghindari FOMO pada investasi kripto menurut Pintu Academy .
Mengatasi FOMO memerlukan disiplin dan strategi investasi yang matang. Salah satu langkah efektif adalah dengan menetapkan tujuan dan target investasi yang realistis.
Hal ini termasuk menentukan aset kripto untuk investasi jangka panjang dan menimbang potensi aset lain untuk pembelian jangka pendek berdasarkan analisis fundamental dan teknikal, bukan sekedar ikut-ikutan tren.
Baca juga : Tips Jitu Kelola Uang THR untuk Investasi
Di era informasi sangat penting untuk mendapatkan informasi dari sumber yang kredibel dan netral, yang tidak hanya fokus pada proyeksi harga semata, tapi juga memberikan analisis komprehensif termasuk risiko yang ada.
Gunakan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) untuk menghilangkan pengaruh emosional dalam investasi.
Dengan investasi secara berkala tanpa mempedulikan fluktuasi harga pasar, investor dapat mengurangi risiko kerugian akibat timing pasar yang tidak tepat.
Selain itu, diversifikasi portofolio menjadi prinsip penting dalam mengurangi risiko. Dengan menyebarkan investasi pada berbagai aset, kerugian pada satu aset dapat diminimalisir dengan kenaikan pada aset lain, menjaga stabilitas portofolio secara keseluruhan. (RO/Z-1)
DIPLOMASI energi yang dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Tokyo, Jepang, dinilai menjadi sinyal kuat pergeseran posisi Indonesia dalam peta kekuatan global.
Otorita IKN telah mengeluarkan 65 perjanjian kerja sama senilai sekitar Rp70 triliun untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Timur.
Kerja sama ini akan fokus pada penerapan jangka panjang teknologi artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan pada bidang keuangan.
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
FOMO (fear of missing out) akan kecerdasan buatan kini semakin nyata.
Keberhasilan dalam berinvestasi sangat bergantung pada pemahaman investor terhadap produk atau instrumen yang dipilih.
Tidak semua informasi di media sosial itu penting, sebab informasi penting tetap akan diterima meski tidak selalu terhubung gawai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved