Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN penjual produk kecantikan, Social Bella (Sociolla) merayakan ulang tahun ke 9, pada Selasa (27/2). Hampir satu dekade berkecimpung di industri kecantikan, Co-Founder dan Chief Marketing Officer (CMO) Sociolla Chrisanti Indiana atau yang akrab dipanggil Santi mengatakan ketika dia mulai membangun e-commerce ini, belum banyak jenama kecantikan.
“Ketika Sociolla berdiri, beauty brands tuh enggak terlalu banyak yang ada di Indonesia, terus juga aksesnya itu masih terbatas banget lah,” kisah Santi di Central Park, Jakarta Barat.
Alasan itu pun yang menggerakan Santi untuk menciptakan Sociolla. Padahal, Dia mengatakan, pada 2015 sudah ada banyak sekali antusias produk kecantikan yang tidak bisa mendapatkan produk yang diinginkan karena tidak memiliki akses.
Baca juga : Produk Kecantikan Lokal Makin Bersaing
Maka dari itu, Santi tergerak untuk membantu menyediakan akses kepada para penggemar produk kecantikan.
“Karena secara offline mungkin tidak available, secara online tidak ada. Jadi, back then kita merasa bahwa bagaimana caranya kita bisa membangun sebuah platform yang bisa membantu para beauty enthusiast ini mendapatkan produk yang asli,” kenangnya.
Perbedaan lain dapat dilihat dari perilaku para konsumen. Santi mengatakan, kini, konsumen produk kecantikan sangat memperhitungkan ulasan atau review. Mulai dari menonton video, bertanya kepada rekan, pada intinya ulasan menjadi sangat penting. Pelanggan, jelas Santi, bahkan bisa tau produk yang cocok untuk kulit mereka.
Baca juga : Kenali Sejumlah Langkah dalam Perawatan Kulit
Santi mengungkapkan, konsumen di masa sekarang memiliki sikap skeptis. Ulasan pun menjadi jalan yang tepat untuk jenama kecantikan mempromosikan produknya di tengah skeptisme konsumen.
“Customer enggak gampang percaya lah sekarang. Mereka harus benar-benar cobain,” ungkapnya.
Kebutuhan untuk melihat ulasan ini akhirnya mendorong Sociolla melahirkan platform review Social Connection (Soco) di tahun ketiga. Melalui situs soco.id, Sociolla membentuk komunitas yang aktif saling membagikan ulasan.
Baca juga : Mengenal Manfaat Jasa Maklon dalam Usaha Perawatan Kulit
Bahkan, Santi mengatakan Sociolla memperhatikan perilaku para bestie, panggilan untuk pelanggan Sociolla.
“Dari Soco, kita lihat juga behavior mereka, ternyata experience beauty tuh enggak limited to shopping baca review, secara online bisa tercukupi. Offline experience is still very important,” ujarnya.
Perilaku konsumen di era digital pun juga mempengaruhi cara kerja pemasaran sebuah brand. Kesadaran para penggemar produk kecantikan meningkat lebih cepat dengan adanya media sosial. Maka dari itu, menurut Santi, brand kecantikan harus bisa menerapkan strategi pasar yang tepat.
Baca juga : Royal Garden Raih Penghargaan ‘20 Best Franchise to Choice 2024’ dari AFI
“Brand enggak bisa secara sembarangan kayak marketing-in produknya mereka. Menurut aku ya, harus benar-benar bisa menargetkan customer yang tepat.” jelas Santi.
Integrasi antara pengalaman luring dan daring juga membuat Sociolla bisa mengetahui produk yang dibutuhkan para Bestie. Santi mengeklaim, integrasi ini menambahkan kenyamanan pelanggan. Sebab para bestie memiliki segudang pilihan untuk menentukan cara berbelanja di Sociolla.
“Shop the way they like lha. Aku lagi ingin belanja online, bisa belanja online; aku mau baca reviewnya dulu, bisa baca reviewnya dulu; aku bisa ke toko dulu untuk cobain produknya juga bisa. Jadi itu behavior yang kita ingin bangun di ekosistemnya Sociolla,” tutur Santi.
Dalam perayaan ini, dia juga mengatakan bahwa usia 9 tahun bukan perjalanan yang singkat, tetapi tidak akan menjadi akhir. Santi mengharap, dengan hal-hal baik yang telah dibangun, ke depannya Sociolla tetap akan berinovasi untuk memberikan sesuatu yang berharga.
“Jadi juga ada value-nya juga untuk para bestie dan bisa memberikan experience terbaik untuk mereka,” tutup Santi. (Z-5)
Seiring mudahnya akses terhadap produk skincare di pasaran, edukasi berbasis sains sangat krusial agar masyarakat dapat memilih produk dengan benar dan aman.
Kylie Jenner mengungkapkan bahwa ia menjalani terapi sel punca untuk menangani sakit punggung yang tak kunjung reda sejak melahirkan anak bungsunya.
DIKENAL sebagai pribadi yang praktis dalam tiap aspek kehidupan, Grace Tahir selalu mengutamakan efisiensi, termasuk dalam urusan perawatan kulit.
OMG Creator Fest 2025: Beautytainment Universe berlangsung pada 13-16 November 2025 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.
K Beauty Camp tidak hanya membawakan produk-produk saja yang dapat pengunjung coba di tempat, namun seluruh pengunjung juga berkesempatan mencoba berbagai experience zone.
Cosmobeaute 2025 diprediksi menjadi ajang berkumpulnya 17.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor, dengan partisipasi 450 perusahaan peserta.
Berawal dari usaha rumahan, Finetrus sukses menjadi UMKM perlengkapan tidur favorit di Shopee. Fokus pada kualitas bedding, Finetrus tumbuh pesat lewat inovasi dan digitalisasi.
ONE Global Capital mengumumkan pembagian dividen Natal perdana kepada para investornya, hanya satu tahun sejak mengakuisisi Eastlakes Shopping Centre.
Kedua inisiatif tersebut menyoroti bagaimana bisnis dan komunitas lokal di seluruh dunia memanfaatkan Shopee dan ekonomi digital untuk berkembang
ASWFoods resmi meluncurkan ATB Marie Coconut, varian baru dari lini ATB Marie Susu, di tengah meningkatnya persaingan produk biskuit Marie di pasar domestik.
Di tengah gelombang digitalisasi yang kian masif, sektor e-commerce Indonesia terus mencatat pertumbuhan signifikan dengan jutaan transaksi terjadi setiap hari.
Pendekatan berbasis data memungkinkan penjual memahami perilaku konsumen, mengelola stok dengan tepat, dan menentukan harga yang kompetitif agar bisnis tetap sehat secara finansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved