Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan pemerintah tengah melakukan impor beras di awal tahun. Untuk tahap pertama, sebanyak satu juta ton beras akan masuk ke Indonesia dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan nasional. Jumlah tersebut, merupakan bagian dari keputusan pemerintah untuk mengimpor dua juta ton beras di tahun ini.
"Awal tahun ini (impor beras) satu juta ton dari Vietnam, Thailand dan Pakistan," ujar Arief saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (20/2).
Impor dua juta ton beras dilakukan lantaran Indonesia mengalami defisit beras hingga 2,83 juta ton pada Januari-Februari 2024 berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS). Jika dirinci, minus tersebut terdiri dari perhitungan di Januari 2024 yang mengalami defisit 1,61 juta ton dan 1,22 juta ton di Februari 2024. Sisa defisit beras akan dipenuhi dari dalam negeri.
Baca juga : Mengapa Harus Impor Beras? Ini Kata Bapanas
"Importasi yang kita lakukan terukur. Beras saat ini diisi kombinasi keduanya. Panen dalam negeri walau masih terbatas, dan dilengkapi dengan pengadaan luar negeri," jelas Kepala Bapanas.
Arif menegaskan pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat. Meski, importasi dianggap merupakan alternatif pahit yang diambil pemerintah, namun mesti dilakukan karena kondisi produksi padi nasional menurun akibat dampak El Nino.
"Walaupun sangat pahit, importasi saat ini harus dijalankan. Mungkin tidak populer saya sampaikan, tetapi harus dikerjakan untuk pemenuhan kebutuhan saat ini," pungkasnya.
Baca juga : 27 Ribu Ton Beras Impor dari Vietnam Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok
(Z-9)
INDONESIA berhasil menorehkan pencapaian swasembada beras dengan memutuskan tidak melakukan importasi yang dimulai sejak 2025.
Pemerintah terus mengeklaim bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Namun, disaat yang sama, harga beras di tingkat konsumen masih tinggi.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Menurutnya, hal itu menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional.
HARGA beras di pasar dunia dilaporkan mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 40% dibandingkan tahun lalu.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa tidak ada impor beras medium yang masuk ke Indonesia.
TREN harga dua komoditas pangan strategis, yakni cabai rawit merah dan daging ayam ras, menunjukkan penurunan signifikan secara nasional di awal Maret 2026.
Harga cabai rawit merah mulai melandai di kisaran Rp60.000 per kg seiring membaiknya cuaca dan panen raya di sentra produksi. Cek update harga terbaru di sini.
APCI memprediksi setelah periode Imlek, harga cabai rawit merah akan bergerak turun secara bertahap.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan hasil sidak menunjukkan kondisi harga relatif stabil dan pasokan tersedia.
Tradisi mudik yang memacu mobilitas masyarakat juga perlu disiapkan sejak dini.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan daging sapi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved