Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tak Lagi Impor Beras, Swasembada Indonesia Tekan Harga Beras Global hingga 44 Persen

Naufal Zuhdi
07/1/2026 19:05
Tak Lagi Impor Beras, Swasembada Indonesia Tekan Harga Beras Global hingga 44 Persen
Petani memanen padi beras merah hasil pemupukan dengan menggunakan teknologi drone saat tradisi panen raya di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali, Senin (9/6/2025).(Antara)

INDONESIA berhasil menorehkan pencapaian swasembada beras dengan memutuskan tidak melakukan importasi yang dimulai sejak 2025. Keputusan bersejarah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri.

Langkah penghentian impor beras Indonesia justru membawa perubahan drastis pada pergerakan harga beras di pasar internasional. Harga beras global cenderung menurun yang salah satunya merupakan impak tidak adanya permintaan dari Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia tidak perlu impor karena produksi beras nasional memadai. Saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sepenuhnya bersumber dari kristalisasi kerja keras dari para petani dalam negeri.

"Hari ini adalah kita hari kebahagiaan bagi petani seluruh Indonesia. Petani betul-betul sangat bahagia dengan kebijakan Bapak Presiden. Harga gabah naik. Kesejahteraan petani naik," kata Amran di Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat pada Rabu (7/1). 

"Dampak positifnya adalah harga pangan dunia turun dari US$650 menjadi US$340 per ton. Turun 44%. Inilah hasil karya petani Indonesia di panggung internasional, sehingga karya petani Indonesia dinikmati dunia hari ini. Inilah puncaknya kebahagiaan petani," sambung Amran.

Amran menilai, dengan tidak dilakukannya impor beras, hal tersebut berdampak pada pasokan beras di pasar internasional dari negara eksportir menjadi berlimpah. Dengan itu, kebijakan tegas Presiden Prabowo benar-benar menjadikan petani Indonesia berkontribusi secara tidak langsung pada pasar beras global.

"(Terjadi) penurunan harga karena Indonesia adalah importir. Tetapi saat ini tidak ada impor, itu secara otomatis barang melimpah di luar. Vietnam, Thailand, India, Pakistan, dan seterusnya. Ini secara tidak langsung, petani Indonesia, masyarakat Indonesia, berkontribusi pada dunia ini. Inilah gagasan dan kebijakan-kebijakan besar oleh Bapak Presiden. Kami hanya melaksanakan bagian kecil. Ini dibantu oleh TNI, Polri, Kejaksaan, Kementerian Perdagangan, BUMN, Komisi IV DPR, semua ikut membantu. Ini benar-benar kolaborasi yang baik. Bukan aku, tapi kita semua sebagai anak bangsa yang terlibat," ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia akan mengambil mengambil langkah tegas agar dapat mencapai swasembada pangan.

"Terutama yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, Bumi yang luas, Bumi yang kaya tanah yang subur. Tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor pangan. Tidak masuk di hati saya. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan pangan tergantung bangsa lain. Satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain," tutur Prabowo.

Untuk diketahui, stok CBP yang dikelola Bulog sampai dengan akhir 2025 tercatat di angka 3,25 juta ton dan seluruhnya berasal dari dalam negeri. Capaian ini menjadi yang tertinggi karena dalam catatan Bapanas, stok akhir tahun CBP selama ini belum pernah melampaui angka 3 juta ton. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya