Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani menilai bahwa banyaknya putaran dalam pemilihan presiden (pilpres) tidak akan terlalu berpengaruh terhadap perkembangan usaha di Indonesia.
"Kalau kaya gitu kan mengikuti dari kondisi yang ada, mau satu kalau emang kenyataannya gitu ya gapapa. Kalau mau dua karena tidak ada (suara) 50% tercapai ya gapapa juga, intinya gitu sih," kata Hariyadi saat dihubungi pada Selasa (23/1).
Karena bagaimanapun juga, lanjut Hariyadi, pilpres adalah proses demokrasi yang harus diikuti oleh seluruh kalangan, tidak hanya pelaku usaha saja.
Baca juga: KPU Diminta Antisipasi Suara Para Jemaah Haji Jika Terjadi Pilpres Putaran Kedua
"Inikan proses demokrasi tentu kita gak bisa bilang satu lebih bagus dari dua atau dua lebih bagus dari satu, namanya demokrasi kita ikuti saja," imbuhnya.
Terkait dengan perlambatan ekonomi saat pilpres, ia menyebut bahwa pilpres tidak akan terlalu berpengaruh terhadap laju perekonomian di Indonesia.
Baca juga:
Komisioner KPU Bisa Dinyatakan Bersalah dalam Sidang DKPP Soal Pencawapresan Gibran
"Engga juga sih, kalau kita lihat dari pemilu-pemilu yang lalu ada yang pernah dua putaran kan, itu juga gapapa juga, kalau lambat tuh biasanya lebih kepada di pemerintah, yang terkait dengan APBN, APBD, mungkin ada pengaruh. Nah kalau bisnis-bisnis lainnya jalan terus. Enggak ada (pengaruh), kecil pengaruhnya. Jangan lupa ekonomi kita di rumah tangga, bukan oleh APBN kan," tandasnya.
Senada dengan Hariyadi, Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengungkapkan bahwa putaran pilpres juga tidak terlalu berpengaruh terhadap bidang usahanya, namun ia berharap calon presiden yang nanti akan terpilih bisa mencerminkan pilihan rakyat.
"Mau satu atau dua (putaran), yang penting mencerminkan pilihan rakyat dan kepercayaan publik," ujar dia.
Menurutnya, pergerakan ekonomi akan lebih baik lagi apabila pemerintah yang mendatang menerapkan metode yang pro bisnis.
"Ekonomi akan bergairah kalau pemilu sukses membentuk pemerintahan yang pro bisnis & pro job," pungkasnya. (Fal/Z-7)
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved