Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TURUT mendukung kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), platform investasi Ajaib mendukung pemindahbukuan dana ke e-wallet melalui aplikasi Ajaib.
Fitur ini merupakan bentuk dukungan Ajaib terhadap BEI dan KSEI yang memperbolehkan transfer dana dari rekening dana nasabah (RDN) ke dompet elektronik.
Nantinya investor Ajaib dapat melakukan transaksi ke e-wallet, sehingga lebih mudah serta fleksibel dalam bertransaksi secara digital.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Stagnan di Level Rp1,12 Juta per Gram
Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia, menyatakan,"BEI berkomitmen untuk mendukung inovasi dalam layanan keuangan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah, sepanjang memperhatikan prinsip kehati-hatian serta mengedepankan perlindungan investor."
"Inovasi yang dihadirkan diharapkan dapat membuat investor ritel Indonesia semakin nyaman bertransaksi dan berinvestasi digital karena aman, mudah dan fleksibel," kata Irvan dalam keterangan, Rabu (10/1/2024).
Lebih lanjut, Irvan mengatakan bahwa seluruh anggota bursa diharapkan untuk menyediakan fitur dan layanan yang handal serta dilengkapi manajemen risiko dan program anti pencucian uang dan pendanaan terorisme yang mumpuni.
Baca juga: Pacu Bisnis, Upbit Indonesia Umumkan Chief Operating Officer (COO) Baru
Juliana, Direktur Utama Ajaib Sekuritas, menyatakan, "Ajaib menyambut baik kebijakan baru BEI dan KSEI dan siap ikut uji coba pemindahbukuan dana dari RDN ke e-wallet."
"Kami selalu berkomitmen untuk menyediakan pembayaran yang aman dan mudah digunakan dan terus menjalin komunikasi dengan regulator terkait," jelasnya.
"Layanan ini sesuai dengan misi Ajaib untuk menyambut generasi baru Indonesia ke dalam layanan keuangan terkini,” tutur Juliana,
Baca juga: Aplikasi Ajaib Ajak Investor Manfaatkan Momen Investasi Saham dan Aset Kripto
Rencananya layanan ini akan tersedia dalam waktu dekat. Nasabah akan mendapatkan informasi dalam aplikasi dan sosial media Ajaib.
Menurut penelitian Databoks di tahun 2022, Ajaib merupakan platform investasi yang paling banyak digunakan di Indonesia.
Saat Ajaib mulai beroperasi 4 tahun lalu pada 2019, hanya ada 2,4 juta investor saham ritel di Indonesia.
Sejak itu, Ajaib telah menggandakan investor ritel Indonesia sehingga per Mei 2023 jumlah investor saham dan surat berharga lainnya telah mencapai 4,75 juta investor. (RO/S-4)
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Indonesia berada pada situasi psikologis publik yang menarik. Survei Ipsos awal tahun menunjukkan optimisme masyarakat Indonesia mencapai sekitar 90 persen
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Momentum ini menjadi titik awal pembenahan internal yang lebih komprehensif, dengan fokus pada penguatan GCG agar operasional perusahaan semakin terstruktur dan akuntabel.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Keterlibatan investor asing turut dipertimbangkan seiring keterbatasan teknologi nasional dan masih berlangsungnya penyusunan regulasi karbon biru di Indonesia.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved