Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Saqu, layanan perbankan digital dari PT Bank Jasa Jakarta, mengumumkan pencapaian gemilang di penghujung tahun 2023, yaitu lebih dari 100.000 nasabah bergabung dalam waktu kurang dari satu bulan sejak diluncurkan.
Keberhasilan ini dapat diatribusikan pada sejumlah faktor yang membedakan Bank Saqu di industri perbankan.
"Selain Semasaqu- program pasar kreatif untuk merek lokal karya para solopreneur– yang memberikan kontribusi positif pada jumlah pertumbuhan nasabah, pencapaian ini juga diperoleh karena upaya pendekatan inovatif Bank Saqu, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan unik para solopreneur," jelas Leo Koesmanto, Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta dalam keterangan, Minggu (24/12/2023).
Baca juga: Solopreneur Iwet Ramadhan: Atasi Ketakutan Kunci Sukses dalam Bisnis
"Bank Saqu memberi layanan keuangan yang mudah, aman dan juga menyenangkan. Ini menunjukkan peran Bank Saqu dalam mendukung para pelaku bisnis kecil dan juga masyarakat yang memiliki jiwa solopreneur.," jelas Leo.
Bank Saqu menyasar generasi muda, terutama para solopreneur di Indonesia, mencakup pemilik usaha kecil, pekerja lepas, dan karyawan tetap dengan pekerjaan tambahan.
"Segmen ini secara proaktif mencari cara untuk bertumbuh, menabung lebih banyak, berinvestasi lebih banyak, atau bahkan mengambil pinjaman untuk upaya produktif, guna mencapai lebih banyak hal positif di masa depan," terang Leo.
Melihat data jumlah pengguna Bank Saqu, sebanyak 70% merupakan masyarakat yang memiliki pekerjaan sebagai solopreneur.
Baca juga: Astra Financial dan WeLab Luncurkan Layanan Perbankan Digital Bank Saqu
Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Bank Saqu mendapatkan antusiasme dalam memberikan dukungan bagi para solopreneur dalam memanfaatkan layanan perbankan digital.
"Jumlah tersebut turut mencerminkan adaptabilitas Bank Saqu dalam memenuhi kebutuhan beragam nasabah, termasuk mereka yang bergerak dalam sektor solopreneur," tutur Leo.
"Dengan demikian, Bank Saqu tidak hanya menjadi pilihan praktis bagi masyarakat umum, tetapi juga memberikan solusi terkini bagi para pelaku usaha mandiri," paparnya.
Leo mengatakan, ”Kami sangat bangga melihat respons positif dari masyarakat dan pertumbuhan signifikan akan jumlah nasabah dalam waktu singkat."
"Terima kasih kepada seluruh nasabah awal (early adopters) kami dan masyarakat Indonesia dengan semangat solopreneur yang telah percaya dan memilih Bank Saqu sebagai layanan keuangan mereka," katanya. (RO/S-4)
Kampus didorong untuk menggeser orientasi dari sekadar mencetak pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meresmikan ZCorner di Universitas Sebelas Maret (UNS), sebagai pusat pemberdayaan UMKM.
Keberhasilan ini signifikan karena menjadikan Cakap satu-satunya perusahaan di sektor pendidikan yang mendapat pengakuan di antara jajaran elit entrepreneur Indonesia.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
KOMUNITAS Tong Baronda sukses menyelenggarakan Workshop Entrepreneur bertajuk "Papua Gear Up" pada 29 September–2 Oktober 2025 di Cibubur, Jakarta.
Studentpreneur dan Pelaku Usaha Pariwisata berfokus pada teknologi, sosial, dan inovasi.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved