Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKONOMIAN Denmark memasuki resesi pada kuartal ketiga, karena mencatat kontraksi kedua berturut-turut karena perlambatan dalam industri farmasi, statistik resmi menunjukkan pada hari Jumat (22/12).
Produk domestik bruto negara tersebut menyusut 0,7% antara bulan Juli dan September dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya, menurut Statistik Denmark.
Penurunan ini menyusul penurunan sebesar 0,7% pada kuartal kedua, yang membawa negara tersebut ke dalam resesi teknis, yang didefinisikan sebagai kontraksi dua kuartal berturut-turut.
Baca juga : Ini 3 Mesin Pendorong Ekonomi Nasional
“Penurunan pada kuartal ketiga terutama disebabkan oleh penurunan sektor manufaktur, dan industri farmasi berkontribusi terhadap penurunan tersebut,” kata Badan Statistik Denmark dalam sebuah pernyataan.
Selama enam bulan pertama tahun ini, PDB Denmark sebenarnya tumbuh sebesar 1,7% tahun-ke-tahun.
Hal ini sebagian besar disebabkan oleh industri farmasi dan khususnya Novo Nordisk – perusahaan terbesar di Eropa berdasarkan kapitalisasi pasar – yang telah mengalami peningkatan dalam penjualan obat anti-obesitasnya.
Baca juga : Kelas Menengah juga Perlu Dukungan Pemerintah
Namun, “angka hari ini menunjukkan peningkatan konsumsi swasta,” kata Las Olsen, kepala ekonom di Danske Bank, dalam sebuah postingan di X, yang sebelumnya bernama Twitter.
“Pendapatan semakin meningkat. Ada potensi belanja lebih banyak ketika dan jika sentimen konsumen membaik,” lanjut Olsen. (AFP/Z-4)
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufiqurrahman menilai pemerintah gagal mengoptimalkan ruang fiskal di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi.
Indonesia dihantui resesi karena pertumbuhan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,87%, terendah sejak triwulan ketiga 2021.
Pengamat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah resesi, mengingat perkembangan secara triwulanan (q to q) juga tercatat minus 0,98%.
Resesi, Resesi ekonomi: Pelajari penyebab, dampak, dan cara menghadapinya. Panduan lengkap untuk memahami dinamika ekonomi yang penting.
KEBIJAKAN tarif resiprokal yang dikeluarkan Amerika Serikat untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia, mendorong gejolak perekonomian.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved