Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR Properti residensial diprediksi akan kembali bergairah seiring dengan kembali pulihnya perekonomian Indonesia. Hal ini berdampak pada lonjakan daya minat masyarakat terhadap hunian, baik sebagai tempat tinggal maupun investasi.
Menyambut sinyalemen itu, pengembang PT Purinusa Jayakusuma membuka kawasan hunian baru Purinusa Kembangan di Jakarta Barat. Purinusa Jayakusuma bahkan momentum free PPN 2023 dengan menggandeng sejumlah bank untuk penyediaan fasilitas KPR.
“Bank-bank rekanan kami tersebut, menawarkan beberapa kelebihan seperti approval cepat, bunga yang kompetitif, murah, tenor yang panjang serta berbagai kelebihan lainnya,” ujar Christine Rai Santoso direktur marketing PT Purinusa Jayakusuma.
Baca juga ; Hadirkan Sepeda Listrik Ramah Lingkungan, Lippo Cikarang Gandeng Beam Mobility
Christine berharap kerja sama dengan perbankan diharapkan akan semakin memudahkan konsumen dalam mengakses pembiayaan pada proyek-proyek dari Purinusa Group sehingga akan mendorong penjualan lebih masif.
“Melalui kolaborasi ini, skema pembiayaan yang dihadirkan menjadi lebih menarik seperti suku bunga kompetitif hingga tenor panjang. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat untuk memiliki tempat rumah impiannya,” ujar Christine.
Baca juga : Karya Aristektur Indonesia Borong Juara di Onduline Green Roof Awards 2023 Asia
PT Purinusa Jayakusuma merupakan pengembang properti berpengalaman di Indonesia terbuktu lebih dari 30 tahun, Purinusa group sukses mengembangkan sejumlah perumahan di berbagai daerah strategis seperti Tangerang Karawaci, Tangerang Tigaraksa, Depok Serua, Bogor dan Jakarta.
Salah satu rekam jejak Purinusa berada di kawasan perumahan Aryana Karawaci dengan sukses memasarkan dua klaster yakni prima Aryana dan Megah Aryana.
“Prima Aryana dengan total 139 unit yang dipasarkan pada Maret 2022 ditawarkan dengan harga mulai Rp 1 miliaran sukses terjual habis,” jelas Christine.
Sementara untuk cluster Megah Aryana terdiri dari 126 unit yang dipasarkan sejak Juli 2022 lalu saat ini seluruhnya sudah terjual habis.
Kawasan perumahan Aryana Karawaci dikembangkan diatas lahan seluas 25 Ha. Sejak dibangun pada 2017, hingga saat ini telah terbangun 9 klaster yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti Aryana Aquaplay, food court, Mushola, taman bermain, SPBU Aryana serta fasilitas lainnya yang masih dalam tahap perencanaan.
Christine mengungkapkan, selain hunian, Purinusa group juga menawarkan area komersial seperti Ruko Asri Aryana dan Ruko Flora. Kehadiran ruko ini melengkapi fasilitas komersial, menyusul suksesnya penjualan di perumahan Aryana Karawaci.
Keunggulan kawasan perumahan Aryana Karawaci tidak lepas dari lokasi yang strategis. Posisi Kawasan perumahan yang merupakan akses penghubung dari beberapa developer besar seperti Lippo Karawaci, Summarecon dan Paramount Serpong, termasuk Citra Raya.
"Pada proyek Purinusa Kembangan ini tidak hanya bicara rumah tinggal, tetapi lokasi menjadi keunggulan utama dan dominan, seluruh sarana pendidikan, fasilitas olah raga, belanja dan lainnya semua hanya dalam radius 10 sampai 15 menit, hingga kami hanya fokus memaksimakan effisiensi dan kenyamanan penghuni kawasan,” papar Christine.
Purinusa Kembangan dibangun diatas lahan seluas 6.000 meter persegi dan dirancang dengan beragam fasilitas menarik bergaya minimalis dan modern, menyajikan lingkungan yang asri bagi penghuninya.
Chief Marketing Officer Purinusa Kembangan Andre Utama menjelaskan, dalam Purinusa Kembanga akan dibangun 49 unit hunian.
Dalam pelaksanaan pembangunannya akan dilakukan dengan 2 fase. Untuk fase pertama akan dibangunan sebanyak 25 unit, hadir dengan 2 tipe unit yakni 19 unit dua lantai dan 6 unit 3 lantai dengan Luas tanah mulai 60m2 sd 250m2 dan Luas bangunan 100-140m2
“Fase pertama ini kita targetkan sold out pada kuartal pertama tahun 2024,” ujar Ande.
Sementara, untuk fase kedua akan dibangunan 24 unit dengan tipe hunian 2 lantai dan 3 lantai dengan luas tanah dan bangunan yang sama.
“Untuk fase kedua ini kita targetkan terjual habis di kuartal 2 tahun 2024,” tutur Andre.
Sebagai tambahan informasi, Hingga saat ini, lahan yang sudah terbangun oleh PT Purinusa Jaya kusuma telah mencapai 278 hektar tersebar di 16 proyek yang sudah diserah terimakan.
“Hingga saat ini kami telah berhasil memasarkan lebih dari 20.000 unit rumah yang tersebar di 16 proyek perumahan serta area komersial. Dengan tingkat hunian mencapai 95%, Ini menunjukkan bahwa seluruh proyek kami berada di lokasi strategis dengan daya serap pasar yang tepat,” pungkasnya. (Z-5)
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
DPR RI desak pemerintah daerah klarifikasi dana Rp234 triliun yang mengendap di bank.
Finnet aktif membantu proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di salah satu Bank BUMN.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved