Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKONOMIAN dunia kemungkinan mengalami penurunan pada tahun depan. Ini disampaikan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada Rabu (29/11) ketika mereka mengurangi perkiraannya tentang pertumbuhan ekonomi dunia. Organisasi itu memperingatkan bahwa konflik Israel-Hamas dapat menghambat upaya tersebut.
Dalam proyeksi ekonomi terbarunya, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memangkas perkiraan pertumbuhan global tahun ini menjadi 2,9%. Angkanya turun dari perkiraan pada September sebesar 3,0%.
Kelompok negara-negara industri maju mengatakan mereka melihat pertumbuhan global melambat menjadi 2,7% pada tahun depan alias tidak berubah dari perkiraan sebelumnya. Menurut OECD, itu akan menjadi tingkat tahunan terendah sejak krisis keuangan global, selain tahun pertama pandemi covid-19. pandemi.
Baca juga: Tiongkok, Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar
Pemulihan ke pertumbuhan sebesar 3,0% pada tahun 2025 bergantung pada perlambatan inflasi lebih lanjut dan perekonomian Asia yang mempertahankan laju pertumbuhannya yang cepat. "Gambaran umum perekonomian dunia dalam dua tahun ke depan ialah perlambatan moderat yang kemudian diikuti dengan normalisasi, pertumbuhan kembali mendekati tingkat tren, dan inflasi kembali ke target bank sentral pada 2025," kata OECD.
Kepala ekonom OECD, Clare Lombardelli, mengatakan dalam pengantar laporannya bahwa mereka, "Memproyeksikan soft landing bagi negara-negara maju. Namun hal ini masih jauh dari jaminan."
Baca juga: Vietnam Tetapkan Pajak Minimum Global ke Perusahaan Multinasional
OECD masih melihat risiko jangka pendek terhadap perkiraannya cenderung ke sisi negatifnya. Laporan ini menyebutkan meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik Israel-Hamas sebagai sumber utama ketidakpastian jangka pendek bagi perekonomian global.
"Jika konflik semakin intensif dan meluas di wilayah yang lebih luas, terdapat risiko lebih besar yang dapat memperlambat pertumbuhan, dan meningkatkan inflasi," kata OECD yang memberikan nasihat kepada 38 negara anggotanya mengenai kebijakan ekonomi.
Meskipun OECD telah memproyeksikan perlambatan yang bersifat sementara tetapi nyata bagi Israel, mereka mengatakan bahwa dampak langsung yang lebih luas dari konflik tersebut terhadap perekonomian dunia sejauh ini relatif terbatas. Perlambatan pertumbuhan global didorong penaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral untuk memperlambat inflasi. Namun pertumbuhan akan pulih ketika suku bunga mulai turun seiring dengan inflasi yang dimulai tahun depan.
OECD menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS sebesar dua persepuluh poin persentase untuk tahun ini dan 2024, masing-masing menjadi 2,4% dan 1,5%. Pertumbuhannya diperkirakan sedikit meningkat menjadi 1,7% pada 2025.
Meskipun pertumbuhan zona euro hampir terhenti pada kuartal terakhir, OECD mempertahankan perkiraan pertumbuhan 0,6% tahun ini. Namun ia memangkas perkiraan pada 2024 menjadi 0,9%. Hal ini menunjukkan perekonomian Inggris secara perlahan meningkat dengan pertumbuhan yang meningkat menjadi 0,5% pada tahun ini, 0,7% pada 2024, dan 1,2% pada 2025 seiring dengan pemulihan negara tersebut secara bertahap dari krisis biaya hidup.
Jepang juga diperkirakan mengalami perlambatan tahun depan. Pertumbuhannya melambat dari 1,7% menjadi 1,0% sebelum naik tipis menjadi 1,2% pada 2025.
OECD sedikit menaikkan perkiraan pertumbuhan di Tiongkok menjadi 5,2% tahun ini. Namun negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini diperkirakan masih mengalami pertumbuhan yang lambat menjadi 4,7% pada 2024 dan 4,2% pada 2025 karena suramnya konsumen yang menabung dibandingkan membelanjakan uangnya di tengah lemahnya penciptaan lapangan kerja dan tekanan keuangan yang disebabkan oleh krisis realestat. (AFP/Z-2)
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Update harga emas Antam hari ini, Rabu 28 Januari 2026. Logam mulia melonjak tajam Rp52.000 per gram. Simak rincian harga jual dan buyback terbaru.
Memasuki awal 2026, lanskap ekonomi global menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang lebih nyata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Lonjakan harga emas dunia yang menembus level psikologis USD 4.700 per troy ons dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump.
Tiongkok cetak rekor surplus dagang US$1,2 triliun tahun 2025. Meski ditekan tarif Trump, diversifikasi pasar dan ekspor EV tetap memperkuat dominasi global Beijing.
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih membayangi, perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved