Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI Jepang naik 2,9% tahun ke tahun di Oktober karena pemerintah mengurangi subsidi untuk tagihan listrik dan gas. Data pemerintah menunjukkan itu pada Jumat (24/11).
Angka untuk negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia itu, tidak termasuk harga bahan pangan segar yang fluktuatif, mengalami kenaikan dari 2,8% di September. "Penurunan tagihan listrik dan gas kota meskipun harga bensin naik sedikit," demikian pernyataan yang menyertai rilis data tersebut.
Angka tersebut sedikit di bawah ekspektasi pasar yaitu kenaikan 3,0% dalam survei Bloomberg. Tanpa makanan segar dan energi, harga-harga di Jepang naik 4,0%, menurut data yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Baca juga : Inflasi Jepang Melambat karena Subsidi Pemerintah
September menandai pertama kali inflasi melambat hingga di bawah tiga persen sejak Agustus 2022. Pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida memberikan subsidi bensin sejak Januari 2022 serta subsidi listrik dan gas sejak awal tahun ini.
Mereka memutuskan untuk melanjutkan bantuan, yang semula dijadwalkan berakhir pada September, tetapi mengurangi separuh jumlah subsidi untuk biaya listrik dan gas mulai Oktober. Awal bulan ini, Kishida, yang angka jajak pendapatnya berada pada rekor terendah, mengumumkan paket stimulus senilai lebih dari US$100 miliar dalam upayanya mengurangi tekanan inflasi.
Anggaran tambahan untuk paket ini diperkirakan disetujui Majelis Rendah pada Jumat, lapor lembaga penyiaran publik NHK. Jepang, seperti negara-negara lain di dunia, mengalami kenaikan harga akibat perang di Ukraina, sementara melemahnya yen juga membuat impor menjadi lebih mahal.
Baca juga : Inflasi Eropa Berhasil Turun, Suku Bunga Acuan Menyusul?
Tidak seperti bank sentral besar lain yang menaikkan suku bunga, Bank of Japan tetap mempertahankan kebijakan moneter ultralonggar. Harapannya, inflasi akan mereda, sehingga menambah tekanan pada yen. (AFP/Z-2)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesuaikan postur anggaran Transfer ke Daerah (TKD) seringkali dicap sebagai keputusan pragmatis belaka.
Pemprov DKI hanya menyesuaikan penganggaran untuk pelaksanaan program selama 10 bulan pertama tahun anggaran.
Pemprov DKI perlu memperhatikan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan bahasa asing di sekolah-sekolah negeri maupun swasta.
tarif Transjakarta sebenarnya mencapai sekitar Rp13 ribu per penumpang, namun masyarakat hanya membayar Rp3.500 berkat subsidi besar dari pemerintah daerah.
ASUMSI makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang optimistis berisiko kembali mengulang deviasi antara target dan realisasi alias meleset.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved