Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK sentral Turki pada Kamis (23/11) mengejutkan pasar dengan penaikan suku bunga yang lebih besar dari perkiraan. Soalnya, bank tersebut meningkatkan perjuangannya melawan inflasi dan mendukung lira yang melemah.
Bank sentral menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 5,0 poin persentase menjadi 40% pada bulan keenam dari siklus pengetatan yang menyebabkan biaya pinjaman meningkat lebih dari empat kali lipat. Sebagian besar analis memperkirakan bank menaikkan suku bunga sebesar 2,5 poin persentase.
"Langkah (bank sentral) yang benar-benar mengesankan, melampaui ekspektasi," kata ekonom pasar negara berkembang Timothy Ash dalam catatan emailnya. Namun bank sentral juga memberikan sinyal kuat bahwa bank tersebut telah mencapai batas seberapa tinggi kebijakan suku bunga yang akan ditetapkan.
Baca juga: Saham Country Garden Melonjak setelah Tiongkok Beri Sinyal Dukungan
"Tingkat pengetatan moneter saat ini secara signifikan mendekati tingkat yang diperlukan untuk mencapai arah disinflasi," kata bank tersebut dalam satu pernyataan. Oleh karena itu, laju pengetatan moneter akan melambat dan siklus pengetatan akan selesai dalam waktu singkat.
Tingkat suku bunga Turki kini merupakan yang tertinggi selama dua dekade kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan berada di atas tingkat suku bunga di hampir semua negara berkembang lain di dunia.
Para pengambil kebijakan memperkirakan angka tersebut akan tetap tinggi setidaknya hingga pertengahan tahun depan.
Baca juga: Prospek Stabilitas Keuangan Zona Euro masih Rapuh
Hal ini menggarisbawahi betapa dalam kejatuhan perekonomian Turki setelah Erdogan memutuskan untuk menerapkan teorinya yang tidak ortodoks bahwa suku bunga tinggi menyebabkan inflasi dalam kehidupan nyata. Ilmu ekonomi konvensional menyatakan bahwa yang terjadi justru sebaliknya.
Tingkat inflasi tahunan resmi Turki mencapai puncaknya pada 85% pada Oktober 2022 dan naik kembali hingga 61% pada bulan lalu. Lira telah kehilangan lebih dari 70% nilainya terhadap dolar sejak Erdogan mulai melakukan eksperimennya dua tahun lalu.
Erdogan membalikkan keadaan setelah selamat dari pemilihan presiden putaran kedua pada Mei yang ia menangkan setelah menghujani para pendukungnya dengan hadiah dan kenaikan gaji. Langkah ini mengancam Turki mengalami masalah inflasi yang lebih buruk lagi.
Dia membentuk tim baru yang terdiri dari ekonom ramah pasar yang memiliki reputasi baik di Wall Street dan mendapat dukungan dari investor asing yang ketakutan. Menteri Keuangan Mehmet Simsek dan gubernur bank sentral Hafize Gaye Erkan telah mencoba menyeimbangkan kembali perekonomian dengan resep konvensional yang bertujuan mengatasi krisis biaya hidup dan meringankan kehidupan dunia usaha dan bank.
Simsek telah menghabiskan beberapa bulan terakhir berpindah-pindah antara ibu kota keuangan dunia dan Timur Tengah untuk menjual rencananya kepada investor besar dan dana kekayaan negara. Erkan telah mencoba untuk mengkalibrasi penaikan suku bunga ke tingkat yang mampu melawan inflasi dan menghindari kemarahan Erdogan.
Pemimpin Turki itu tampak semakin bahagia dengan tim barunya. Dia mengatakan kepada sekelompok wartawan Turki minggu ini bahwa perekonomian akan segera memasuki siklus yang baik berupa disinflasi dan penguatan lira.
"Ada kemungkinan besar bahwa lira Turki akan memperoleh nilai riil," katanya. "Kami akan mendapatkan kepercayaan investor dengan kebijakan yang baik dan reformasi struktural." (AFP/Z-2)
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Penghentian penyelidikan antidumping oleh Turki menjadi penegasan atas meningkatnya kredibilitas produk baja nirkarat Indonesia di pasar internasional.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Presiden Donald Trump umumkan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Langkah ini diambil di tengah wacana opsi militer AS ke Teheran.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved