Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSPEK stabilitas keuangan zona euro masih rapuh karena kondisi pembiayaan lebih ketat, inflasi tinggi, dan ketegangan geopolitik membebani kawasan mata uang tunggal. Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan itu pada Rabu (22/11).
ECB telah menaikkan suku bunga dengan kecepatan tinggi untuk meredam lonjakan inflasi selama setahun terakhir. Namun kenaikan harga konsumen masih di atas target bank sebesar dua persen.
Sementara itu, biaya pinjaman yang lebih tinggi berdampak buruk pada 20 negara pengguna euro. Komisi Eropa pada pekan lalu menurunkan perkiraan pertumbuhannya untuk tahun ini dan tahun depan.
Baca juga: Tiongkok Kemungkinan Bantu Kembangkan Pelabuhan Fiji
"Prospek perekonomian yang lemah serta konsekuensi dari inflasi yang tinggi membebani kemampuan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah untuk membayar utang mereka," kata wakil presiden ECB Luis de Guindos dalam Tinjauan Stabilitas Keuangan terbaru bank sentral tersebut.
"Sangat penting bagi kita untuk tetap waspada ketika perekonomian sedang bertransisi ke lingkungan dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi ditambah dengan meningkatnya ketidakpastian dan ketegangan geopolitik."
Baca juga: Uni Eropa: Prancis dan Belgia Berisiko Langgar Aturan Anggaran
Tinjauan tersebut memperingatkan bahwa resesi ialah skenario yang mungkin terjadi karena prospek yang memburuk. "Dampak penuh dari biaya pinjaman yang lebih tinggi terhadap aktivitas perekonomian belum terasa dan banyak sektor mungkin menghadapi tantangan karena meningkatnya biaya pembayaran utang," katanya.
Laporan tersebut merujuk pada pasar realestat yang dikatakan mengalami penurunan. Bank-bank--yang sejauh ini mendapat manfaat dari suku bunga yang lebih tinggi--dapat menghadapi masalah karena biaya pinjaman yang lebih tinggi menyebabkan turunnya permintaan pinjaman.
Kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan euro meningkat karena pecahnya perang Israel-Hamas. Selain potensi dampaknya terhadap pasar energi, terdapat juga, "Potensi memicu penghindaran risiko di pasar keuangan dan melemahkan kepercayaan terhadap perekonomian riil," katanya. (AFP/Z-2)
Meningkatnya kasus kekerasan dalam penagihan utang oleh debt collector menjadi peringatan keras bagi industri pembiayaan nasional.
Setiap pukul tiga dini hari, saat banyak remaja masih tertidur, Jeni Adilasari sudah memulai harinya di rumah sederhana di Bojonegoro.
PT Bank Danamon Indonesia dan PT Adira Dinamika Multi Finance kembali hadir dalam ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS) 2026
ACC Mobile Branch tidak hanya memberikan kemudahan dan efisiensi, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi pembiayaan.
Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan layanan pembiayaan yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil.
LPDB Koperasi kembali menegaskan dedikasinya dalam mendukung pemenuhan hak-hak fundamental masyarakat melalui penyaluran pinjaman maupun pembiayaan dana bergulir bagi koperasi
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Beberapa hari sebelumnya, pedagang sempat menjual cabai rawit dengan harga Rp100.000 per kilogram.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved