Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
FUNDAMEN perekonomian Indonesia saat ini relatif kuat dan lebih baik dibanding banyak negara. Ketahanan ekonomi nasional itu banyak ditopang oleh sejumlah indikator perekonomian dalam negeri yang masih menunjukkan kondisi cukup berdaya tahan.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Indonesia Economic Outlook yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Selasa (21/11).
"Fundamen ekonomi kita dibandingkan dengan berbagai negara lain relatif jauh lebih baik, dan di Indonesia termasuk dalam top five ekonomi di dunia dan ketahanan ekonomi masih resilience," ujarnya.
Baca juga : Perekonomian Indonesia Tetap Solid, Inflasi Terkendali, dan PMI Terus Ekspansif
Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2023 berada di angka 4,94%. Angka itu dinilai masih cukup baik kendati mengalami sedikit perlambatan. Dengan kondisi itu, pertumbuhan ekonomi dalam tahun berjalan berada di angka 5,05%.
Pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat itu juga diikuti dengan terkendalinya angka inflasi di kisaran target pemerintah. Per Oktober 2023, misalnya, angka inflasi umum Indonesia berada di angka 2,56%, jauh lebih baik dibanding banyak negara.
Selain itu, lanjut Airlangga, tingkat utang Indonesia juga berhasil dikendalikan di batas yang cukup rendah. Setidaknya hingga saat ini utang pemerintah berada di level 39% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca juga : Outlook Perekonomian Indonesia 2024: Optimisme Penguatan Ekonomi Nasional
"Utang kita kurang dari 40% terhadap PDB, bandingkan negara-negara lain apakah Jepang atau Amerika yang seluruhnya lebih dari 100% PDB. Tidak banyak negara yang bisa mengendalikan pertumbuhan inflasi dan inklusitas ekonomi seperti Indonesia," terang Airlangga.
"Dengan posisi tersebut pemerintah yakin bahwa tahun depan ekonomi masih solid dan berbagai lembaga memperkirakan pertumbuhan kita masih di angka 5,2%. Tentu kami akan terus memperhatikan berbagai risiko, kita perlu mengantisipasi berbagai ketidakpastian global di masa mendatang," sambungnya.
Keseimbangan Fiskal Surplus
Baca juga : Menko Airlangga: Keberlanjutan Kebijakan Ekonomi Bisa Jadikan Indonesia Negara Maju
Di kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Abdurrahman mengatakan, fundamen perekonomian Indonesia yang baik tak terlepas dari upaya pemerintah mengelola fiskal negara dengan baik. Prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kebijakan fiskal itu tampak dari defisit anggaran yang dapat ditekan.
"Kebijakan kita cukup pruden dan juga defisit dan utang. Kalau dibandingkan banyak negara, defisit kita sudah mengalami perbaikan signifikan. AS ketika pandemi defisit 14%, membaik, namun masih di atas 3%, India bahkan masih 10%, ini menyebabkan rasio utang kita, termasuk yang sangat rendah dan dalam tren yang menurun," jelasnya.
Adapun hingga September 2023, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat mengalami surplus sebesar Rp67,7 triliun, setara 0,32% terhadap PDB. Itu terjadi lantaran kinerja penerimaan negara masih lebih besar dibanding realisasi penggunaan dana belanja negara.
Baca juga : ASEAN Tekankan Pentingnya Upaya Inklusif dan Kolaboratif dari Sektor Swasta
Pengelola Keuangan Negara memperkirakan anggaran 2023 nantinya akan mengalami defisit 2,28% terhadap PDB, setara Rp486,4 triliun. Itu terjadi lantaran akan ada peningkatan belanja pemerintah di triwulan IV 2023.
"Posisi keseimbangan fiskal kita masih surplus 0,3% dan penerimaan pajak masih tumbuh positif. Ini sebenarnya karena desain fiskal kita yang konservatif tahun ini, kita melihat ini adalah tahun yang sulit, sehingga desainnya kita buat konservatif, ini jauh lebih baik dari yang kita targetkan sebelumnya," jelas Abdurrahman.
Sedangkan Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Habib Rab menyatakan sependapat mengenai kondisi fundamen perekonomian Indonesia yang masih berdaya tahan dan relatif lebih baik ketimbang banyak negara. Hal itu menurutnya dapat dilihat dari rasio utang, daya saing, dan kondisi makroekonomi dalam negeri yang memiliki performa cukup baik.
Baca juga : Perekonomian Indonesia Tumbuh Kuat dan Cetak 5,17% di Kuartal II 2023
"Yang kami lihat adalah kinerja manajemen makroekonomi Indonesia sangat baik. Kinerjanya sangat baik dalam hal pembangunan infrastruktur. Ini juga memiliki kinerja yang cukup dalam hal tata kelola sektor publik," jelas Rab.
"Keuntungan daya saing akan lebih besar pada pembukaan pasar, pasar keuangan, pasar perdagangan barang, pasar input dan pasar internasional. Hal ini akan menjadi pendorong penting bagi tahap pertumbuhan ekonomi selanjutnya," pungkasnya. (Z-4)
Baca juga : Jaga Momentum Perekonomian Tetap Kondusif Pasca G20
Pemerintah menyiapkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebagai penyangga untuk meredam gejolak harga di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR)
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai lonjakan harga minyak mentah hingga 82 dolar AS per barel tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Pemprov Jatim gelar Operasi Pasar Murah di Sukodadi, Lamongan. Cek daftar harga beras SPHP, telur, dan cabai yang dijual jauh di bawah harga pasar hari ini.
Pantauan di Pasar Aviari Batu Aji, Pasar Mitra Raya Batam Center, dan Pasar Sagulung menunjukkan harga minyak goreng rakyat tersebut masih berada di kisaran Rp16.000 per liter.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Azis Subekti memperingatkan pemerintah akan adanya risiko sistemik terhadap ekonomi Indonesia akibat memanasnya konflik Timur Tengah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
PROVINSI DKI Jakarta mencatat inflasi sebesar 0,63% (month to month/mtm) pada Februari 2026, berbalik dari kondisi deflasi 0,23% (mtm) pada Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved