Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN inovasi teknologi sehingga mampu meningkatkan produksi minyak Pertamina melalui Sub Holding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dinilai sebagai hal yang sangat positif.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyatakan kinerja membanggakan itu tak lepas dari berbagai upaya dan penerapan inovasi teknologi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi tersebut.
"Bagus Pertamina ini. Peningkatan produksi minyak melalui berbagai upaya-upaya inovasi teknologi memang seharusnya dilakukan," katanya, di Jakarta, Rabu (8/11).
Baca juga: Penggantian Pipa Bawah Air Tuntas, PHE OSES Berproduksi Kembali
Pertamina, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan lifting, tidak hanya melakukan pengeboran sumur-sumur baru, peremajaan pipa, dan reaktivasi sumur idle, tapi PHE juga melakukan studi analisis untuk mengetahui kondisi sumur-sumur tersebut.
Berbagai upaya tersebut, tambahnya, juga dilakukan melalui inovasi teknologi sehingga peningkatan produksi Pertamina pun pada akhirnya dibarengi dengan proses yang lebih ramah lingkungan (green industry).
Menurut Faisal, kinerja positif Pertamina diharapkan bisa mengimbangi permintaan minyak yang akhir-akhir ini juga naik. Untuk itu, BUMN tersebut diharapkan terus meningkatkan kinerja agar produksi semakin tinggi demi memperkuat ketahanan energi.
"Produksi harus ditingkatkan. Inovasi dan efisiensi harus dilakukan, sambil terus menyiapkan transisi energi," ujarnya melalui sambungan telepon.
Baca juga: Go Global, PHE Terus Gali Potensi di Ajang IOGP 2023
Faisal optimistis jika produksi terus meningkat dan ketahanan energi terus diperkuat, pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Co-Founder dan Dewan Pakar Institute of Sosial Economic and Digital (ISED) Ryan Kiryanto juga mengapresiasi kinerja Pertamina.
Menurut dia, kemampuan Pertamina meningkatkan produksi minyak akan menopang perekonomian Indonesia, terutama dalam membantu menstabilkan rupiah. Peran ini dinilai penting, terlebih saat ini ketika nilai tukar mata uang dalam negeri mengalami pelemahan.
"Jangan lupa dengan Pertamina bisa meningkatkan produksi minyak domestik, artinya besaran impor minyak juga berkurang. Artinya juga, terjadi penghematan devisa sehingga bisa membantu Bank Indonesia (BI) dan pemerintah agar kurs rupiah tidak terlalu melemah terhadap dolar AS," katanya.
Baca juga: PHE Raih Penghargaan Taiwan Innotech Expo 2023
Apalagi, lanjutnya, cadangan devisa saat ini menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlahnya sekitar US$133 miliar.
"Itu kan luar biasa. Jadi secara tidak langsung, kinerja Pertamina dalam konteks peningkatan volume produksi migas membantu BI dalam menstabilisasi rupiah," ujar Ryan.
Sebelumnya Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tutuka Ariadji menyatakan produksi minyak yang dikelola PT PHE menunjukkan peningkatan.
"Kalau saya melihat justru di PHE itu membaik, punya Pertamina membaik, karena di OSES (PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra) itu yang sudah aging mulai diganti dengan pipa-pipa baru, sudah mulai jadi dan sudah mulai naik lagi," katanya. (Ant/S-2)
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Inovasi ini mampu menjaga kualitas gabah secara lebih cepat, efisien, dan stabil di berbagai kondisi cuaca.
Lego memperkenalkan Smart Bricks, bata pintar dengan sensor cahaya dan suara. Inovasi "Smart Play" ini menuai pujian sekaligus kritik dari para ahli.
Google kembali meluncurkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin mempermudah penggunaannya.
Melalui Innovation Kaleidoscope Indonesia 2025, perjalanan inovasi nasional dapat dibaca sebagai sebuah proses bertahap.
PELAYANAN keluarga berencana (KB) berkualitas dapat ditingkatkan dan dijangkau hingga pelosok melalui beragam inovasi.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved