Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPOR Jerman turun 2,4% pada September dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Data resmi menunjukkan itu pada Jumat (3/11). Ini menambah gambaran suram perekonomian terbesar Eropa tersebut.
Ekspor mencapai 126,5 miliar euro (US$134,6 miliar), menurut angka penyesuaian musiman dari badan statistik federal Destatis. Analis FactSet memperkirakan penurunan yang lebih kecil, yaitu hanya dua persen.
Impor juga turun 1,7% dibandingkan Agustus berjumlah 110 miliar euro. Surplus perdagangan negara tersebut--selisih antara ekspor dan impor--turun menjadi 16,5 miliar euro dari 17,7 miliar euro pada Agustus. Ekspor ke negara-negara UE lain turun 2,1%.
Baca juga: Perekrutan Tenaga Kerja AS Melambat Lampaui Perkiraan
Namun, badan tersebut merevisi angkanya untuk Agustus dengan pertumbuhan ekspor sebesar 0,1% dari bulan ke bulan. "Gesekan rantai pasokan, ekonomi global yang lebih terfragmentasi, dan peralihan Tiongkok dari tujuan ekspor yang dinamis menjadi pesaing merupakan faktor-faktor yang membebani sektor ekspor Jerman," kata ekonom bank ING, Carsten Brzeski.
Perdagangan juga tertekan oleh tingginya harga energi, tingginya suku bunga, dan melambatnya permintaan dari mitra ekonomi global utama seperti Tiongkok. "Perdagangan tidak lagi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Jerman yang kuat seperti dulu, tetapi justru menjadi hambatan," kata Brzeski. Ia memperkirakan stagnasi dalam beberapa bulan mendatang.
Baca juga: Tingkat Pengangguran Kanada Naik lagi pada Oktober
Pemerintah Jerman mengatakan pada Oktober bahwa pihaknya memperkirakan perekonomian akan menyusut sebesar 0,4% tahun ini. Angka tersebut merupakan penurunan tajam dari perkiraan sebelumnya. Dana Moneter Internasional (IMF) meyakini Jerman akan menjadi satu-satunya negara maju yang mengalami kontraksi pada 2023, sehingga akan menghambat pertumbuhan zona euro. (AFP/Z-2)
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved