Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPOR Jerman turun 2,4% pada September dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Data resmi menunjukkan itu pada Jumat (3/11). Ini menambah gambaran suram perekonomian terbesar Eropa tersebut.
Ekspor mencapai 126,5 miliar euro (US$134,6 miliar), menurut angka penyesuaian musiman dari badan statistik federal Destatis. Analis FactSet memperkirakan penurunan yang lebih kecil, yaitu hanya dua persen.
Impor juga turun 1,7% dibandingkan Agustus berjumlah 110 miliar euro. Surplus perdagangan negara tersebut--selisih antara ekspor dan impor--turun menjadi 16,5 miliar euro dari 17,7 miliar euro pada Agustus. Ekspor ke negara-negara UE lain turun 2,1%.
Baca juga: Perekrutan Tenaga Kerja AS Melambat Lampaui Perkiraan
Namun, badan tersebut merevisi angkanya untuk Agustus dengan pertumbuhan ekspor sebesar 0,1% dari bulan ke bulan. "Gesekan rantai pasokan, ekonomi global yang lebih terfragmentasi, dan peralihan Tiongkok dari tujuan ekspor yang dinamis menjadi pesaing merupakan faktor-faktor yang membebani sektor ekspor Jerman," kata ekonom bank ING, Carsten Brzeski.
Perdagangan juga tertekan oleh tingginya harga energi, tingginya suku bunga, dan melambatnya permintaan dari mitra ekonomi global utama seperti Tiongkok. "Perdagangan tidak lagi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Jerman yang kuat seperti dulu, tetapi justru menjadi hambatan," kata Brzeski. Ia memperkirakan stagnasi dalam beberapa bulan mendatang.
Baca juga: Tingkat Pengangguran Kanada Naik lagi pada Oktober
Pemerintah Jerman mengatakan pada Oktober bahwa pihaknya memperkirakan perekonomian akan menyusut sebesar 0,4% tahun ini. Angka tersebut merupakan penurunan tajam dari perkiraan sebelumnya. Dana Moneter Internasional (IMF) meyakini Jerman akan menjadi satu-satunya negara maju yang mengalami kontraksi pada 2023, sehingga akan menghambat pertumbuhan zona euro. (AFP/Z-2)
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved