Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, nilai tukar rupiah saat ini berada dalam kondisi yang relatif baik. Sebab depresiasi mata uang Garuda tak sedalam yang dialami oleh mata uang negara-negara lain.
“Sebetulnya rupiah kita dalam posisi yang cukup baik depresiasinya, meski orang Indonesia melihatnya nominal, tapi kalau kita lihat pergerakan nilai tukar, year to date (ytd/tahun berjalan) depresiasinya di 0,7%,” ujar dia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (25/10).
Sri Mulyani menambahkan, mata uang Filipina, Vietnam, Thailand, Korea Selatan, dan Malaysia mengalami depresiasi yang cukup dalam terhadap dolar AS. Depresiasi 0,7% (ytd) yang terjadi pada rupiah dinilai tak signifikan.
Baca juga : Rupiah Melemah 1,24 Persen Terhadap Dolar AS
Dia juga menyampaikan, fenomena yang terjadi saat ini ialah penguatan dolar AS. Itu menyebabkan banyak mata uang negara-negara lain tampak melemah. Indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat 2,7% (ytd). Ini berdampak besar lantaran mata uang Negeri Paman Sam sampai saat ini masih banyak digunakan oleh banyak negara.
“Jadi penyebabnya bukan rupiahnya, tapi dolarnya menguat, dolar dengan interest rate yang tinggi, kita lihat DXY itu mengalami kenaikan 2,7% ytd. Ini menggambarkan bahwa secara relatif dolar menguat, maka banyak mata uang melemah dibandingkan dengan USD,” jelas Sri Mulyani.
Kondisi perekonomian di AS tak hanya berdampak pada pergerakan mata uang, tetapi juga ke pasar keuangan dunia. The Federal Reserve diketahui menerapkan kebijakan suku bunga tinggi untuk periode yang cukup lama (higher for longer). Itu mendorong aliran modal asing keluar (capital outflow) dari negara-negara berkembang.
Baca juga : Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.525 per Dolar AS
Karena kondisi ekonomi AS itu, pasar keuangan Indonesia mencatatkan capital outflow. Itu kemudian berdampak pada tingkat imbal hasil (yield) dari Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun. Tercatat yield SBN bertenor 10 tahun saat ini di angka 5,87%, naik dari sebelumnya yang hanya 4,8%.
“Ini kelihatan, meski SBN kita relatif kinerjanya cukup baik, namun tetap terkena dampaknya, llihat Indo Global Bond 10 tahun 5,87%, AS sudah 5% dan tertinggi semenjak 2007. sedangkan yang domestik, SBN kita juga mengalami kenaikan di 7,08%. Ini yang sedang dan akan terus kita kelola dan waspadai,” kata Sri Mulyani.
“Karena memang pergerakan dari pasar keuangan, pasar surat berharga, nilai tukar, dan suku bunga menjadi faktor sentimen yang cukup dominan pada bulan-bulan ini dan ke depan,” pungkas dia. (Z-5)
Sri Mulyani dikenal luas sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik Indonesia dengan masa jabatan terlama, sekaligus sosok perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan berakhir pada 8 September 2025 setelah reshuffle Presiden Prabowo. Kepergiannya diwarnai kontroversi. Simak rangkuman isu yang mengemuka.
Blavatnik School of Government (BSG) Oxford menjadi sorotan. Kenali misi BSG, program prestisius Distinguished Public Service Fellow, serta deretan tokoh global yang pernah mengajar.
Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship 2026 di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ini Profilnya.
Purbaya sudah membuka penyelewengan. Kini, menjadi tugas penegak hukum menindaklanjuti. Maukah mereka?
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memotong anggaran transfer ke daerah (TKD) dan dinilai lebih baik dari Sri Mulyani
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved