Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan sektor ekonomi kreatif berhasil menyumbangkan Rp1.300 triliun kepadaproduk domestik bruto (PDB) Indonesia.
"Mudah-mudahan ini (Hari Ekonomi Kreatif Nasional) bisa menginspirasi agar ekonomi kreatif kita terus meningkat dari segi persentase terhadap PDB ekonomi Indonesia yang tahun ini tumbuh dengan kuat, melampaui angka Rp1.300 triliun dan lebih dari 22 juta lapangan kerja yang telah diciptakan," ujar Sandiaga dalam selebrasi Hekrafnas 2023 di Jakarta, Selasa (24/10), seperti dilansir dari Antara.
Sandiaga juga mengklaim Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara dengan ekonomi kreatif terbaik di dunia setelah Korea Selatan pada posisi pertama dan Amerika Serikat di puncak peringkat.
Baca juga: Kemenparekraf Bantu Pelaku Ekonomi Kreatif Palangkaraya untuk Tumbuh
Adapun terdapat tiga subsektor menonjol yang dimiliki Indonesia yakni subsektor kuliner, kriya, dan fesyen.
Masing-masing subsektor, lanjut dia, kuliner menyumbangkan kontribusi pada PDB sebesar 43 persen, fesyen 17 persen, dan dari kriya 15 persen.
"Jadi total sudah mencapai hampir 75 persen. Dan 25 persen ini adalah 14 subsektor lainnya yang bertumbuh di atas rata-rata yang membawa Indonesia secara persentase nomor tiga terbesar di dunia," tambahnya.
Baca juga: Terus Tingkatkan Peran UMKM dalam Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Guna mendorong ekraf dalam negeri semakin meroket, diungkapkannya, dirinya memiliki sejumlah program yang berfokus pada pelatihan pendampingan, pemasaran dan bantuan permodalan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian menuturkan, dengan ditetapkannya Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) pada 24 Oktober 2023 mampu mempersatukan potensi besar yang ada sehingga turut berkontribusi pada perekonomian nasional.
"Sebagai salah satu pelaku ekonomi kreatif yang juga mewakili gerbong ekonomi kreatif, ini bahagia sekali kita punya lebaran pelaku ekonomi kreatif terima kasih Mas Menteri," tutupnya. (Z-6)
BANGUN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq, NRC, dan Gentanala menggelar pelatihan olahan limbah kayu di Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (6/2).
INOTEK Foundation bersama Indonesia Setara Foundation menggelar Kick Off Program Kota Emas 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) di PLUT-KUMKM Surakarta beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama OK OCE Forever Sumatra Barat menyalurkan sembako bagi masyarakat terdampak bencana.
INDONESIA masih dihantui oleh ekonomi bayangan. Ekonomi bayangan (Shadow economy) digambarkan sebagai keseluruhan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved