Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI dunia kian tidak pasti. Konflik geopolitik di sejumlah negara dan pelemahan ekonomi masih menjadi tantangan. Masalah kian berat lantaran perubahan iklim turut memberi dampak nyata.
"Dunia sekarang ini makin tidak jelas, tantangan yang kita hadapi juga tidak semakin berkurang, tetapi semakin bertambah," ujar Presiden Joko Widodo saat membuka BNI Investor Daily Summit 2023 bertema Sustainable Growth, Global Challenges di Jakarta, Selasa (24/10).
Presiden menuturkan perubahan iklim yang dulunya dianggap sebagai sesuatu yang absurd, saat ini telah memberi dampak nyata. Fenomena super El Nino, misalnya, telah menyebabkan kekeringan di sejumlah negara.
Baca juga: Presiden Wajib Netral Pada Pilpres dan Pileg
Kondisi itu mengakibatkan gangguan pada produktivitas beras. Dari catatan Kepala Negara, setidaknya 22 negara telah membatasi ekspor komoditas tersebut. "Inilah kondisi-kondisi yang dulunya tidak pernah kita hitung tetapi muncul," ujar Joko Widodo.
Selain itu, pria yang karib disapa Jokowi tersebut mengatakan, pelemahan ekonomi dunia masih terjadi meski sebelumnya kerap disebut bakal menguat. Level suku bunga acuan berbagai negara maju yang masih tinggi telah menyebabkan aliran modal asing keluar dari negara-negara berkembang.
Baca juga: Jaga Pilpres 2024 Tetap Adil, Jokowi Diminta Netral atau Cuti
Ketidakpastian menjadi lebih kompleks akibat konflik geopolitik yang tak berkesudahan. Belum selesai konflik Rusia-Ukraina, dunia dihadapkan dengan situasi peperangan Palestina-Israel.
Jokowi khawatir, peperangan itu akan meluas dan memberi dampak buruk yang jauh lebih besar. "Kalau meluas melebar ke Lebanon, melebar ke Suriah, melebar nanti misalnya dengan Iran, akan semakin merumitkan masalah ekonomi semua negara karena harga minyak pasti akan naik," jelasnya.
Jika skenario itu terjadi, lonjakan harga minyak disebut tak bisa dihindari. Harga minyak mentah Brent yang saat ini US$89 per barel berpeluang melonjak menjadi US$150 per barel. "Inilah yang harus kita waspadai hati-hati semuanya baik sisi moneter maupun sisi fiskal," pungkas Jokowi. (Z-3)
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved