Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
NERACA perdagangan Indonesia membukukan surplus pada Juli 2023 senilai US$1,31 miliar. Surplus tersebut menciut dari bulan sebelumnya yang sebesar US$3,45 miliar dan lebih rendah dari Juli 2022 yang mencapai US$4,13 miliar.
"Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 39 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Namun surplus Juli 2023 ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama pada tahun lalu," ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Selasa (15/8).
Surplus Juli 2023 tersebut didapat dari realisasi ekspor yang mencapai US$20,88 miliar, naik 1,36% dari bulan sebelumnya (month to month/mtm) yang tercatat US$20,60 miliar. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang realisasi nilai impor di angka US$19,57 miliar yang mengalami kenaikan 14,10% (mtm).
Baca juga: IHSG Sepekan Ditentukan Sentimen Data Penjualan Ritel dan Neraca Perdagangan
BPS turut mencatat tiga negara penyumbang surplus dagang terbesar bagi Indonesia pada Juli 2023. Pertama, Indonesia surplus dagang dengan India sebesar US$1,37 miliar yang banyak dipengaruhi oleh ekspor komoditas lemak dan minyak hewan nabati, CPO, dan bahan bakar mineral.
Lalu Indonesia juga mencatatkan surplus dagang dengan Amerika Serikat senilai US$1,14 miliar dan surplus dagang dengan Filipina sebesar US$718,6 juta. Sedangkan defisit dagang terjadi dengan Tiongkok senilai US$621 juta, defisit dengan Australia US$549,3 juta, dan defisit dengan Jerman US$459 juta.
Baca juga: Hilirisasi Berkontribusi Signifikan pada Neraca Perdagangan
Adapun secara kumulatif surplus dagang Indonesia pada periode Januari-Juli 2023 tercatat sebesar US$21,24 miliar. Angka tersebut lebih rendah US$7,88 miliar dari perolehan surplus di periode yang sama pada 2022 senilai US$29,12 miliar.
"Secara kumulatif Januari hingga Juli 2023, total surplus neraca perdagangan tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu," terang Amalia. (Z-6)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal fokus memperkuat penerimaan negara dengan memperbaiki tata kelola perpajakan dan cukai.
Bea Cukai tingkatkan penerimaan, perkuat pengawasan, dan fasilitasi ekspor-impor guna mendukung kinerja solid APBN hingga Agustus 2025.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali mencatatkan defisit sebesar Rp21 triliun, setara 0,09% dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Mei 2025.
Hingga April 2025, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp100 triliun atau 33,1% dari target, tumbuh 4,4% (yoy), utamanya didorong oleh lonjakan penerimaan bea keluar.
Pentingnya perubahan paradigma di kalangan aparat penegak hukum (APH), yakni Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK dalam menangani barang hasil sitaan tindak pidana.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeklaim kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 ditutup dengan cukup baik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved