Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUTE for Development of Economics and Finance (Indef) mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2023 dari 4,8% menjadi 4,9%. Penaikan perkiraan itu berangkat dari realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan II 2023 yang menyentuh 5,17%.
"Kami melihat pertumbuhan sepanjang 2023 lebih tinggi dari 4,8% menjadi 4,9%," ujar Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad saat membuka Kajian Tengah Tahun 2023 Indef, Selasa (8/8).
Realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan II 2023, kata Tauhid, melampaui prakiraan sejumlah ekonom, termasuk Indef. Namun pertumbuhan itu diperkirakan akan melandai pada triwulan III lantaran tak ada momentum seperti lebaran dan gaji ke-13 layaknya di triwulan II.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan Kedua 2023 Diperkirakan 5,1%
Momentun lebaran, tunjangan hari raya, dan gaji ke-13 di triwulan II 2023 secara tak langsung mengerek tingkat konsumsi masyarakat. Tercatat kontribusi dari konsumsi masyarakat mencapai 53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan berdampak pada angka pertumbuhan ekonomi.
Tauhid mengatakan, pelambatan pertumbuhan ekonomi akan banyak disebabkan oleh turunnya kinerja ekspor Indonesia. Itu menurutnya bakal berlanjut hingga akhir tahun dan menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mencari jalan keluarnya.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Batam, BP Batam Gelar Coffee Morning Bersama Pengusaha Singapura
"Tantangan ke depan nyatanya jauh lebih berat dengan melihat tendensi ekspor yang terus turun sumbangannya pada perekonomian," kata dia.
Di kesempatan yang sama Direktur Riset Indef Berly Martawardaya mengungkapkan, penurunan kinerja ekspor Indonesia menandakan telah habisnya masa keberuntungan ekonomi dari tingginya harga-harga komoditas unggulan.
Penurunan tersebut bahkan cukup tajam, dari level pertumbuhan tertinggi di angka 19% menjadi minus 2,75%. "Saya pinjam istilah Chatib Basri, ekonomi indonesia itu ada good luck dan good policy, good luck kita berkurang karena ekspor menurun," tuturnya.
Selain pertumbuhan ekonomi 2023, Indef turut mengubah proyeksi tingkat inflasi dari 5,6% menjadi 3%. Itu bahkan lebih rendah dari titik tengah target APBN yang ada di angka 3,6%.
Indef juga mengoreksi prakiraan jumlah pengangguran terbuka dari yang sebelumnya 5,7% menjadi 5,3%. Angka itu sama dengan batas bawah target pemerintah yang dipatok di kisaran 5,3% hingga 5,6%. (Z-10)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Menjelang bulan suci Ramadan 2026, aktivitas perdagangan di Pasar Jatinegara belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Ekonom menilai ketiadaan diskon tarif listrik pada paket stimulus ekonomi kuartal I 2026. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat,
Melambatnya pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mencerminkan adanya tekanan pada sisi pendapatan, khususnya yang dirasakan kelas menengah.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved