Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai fenomena terjadinya kelangkaan gas LPG 3 kg disebabkan oleh adanya penyimpangan yang terjadi dalam pendistribusian LPG tersebut.
Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, LPG 3 kg seharusnya digunakan untuk masyarakat yang tidak mampu. Namun, masih banyak masyarakat mampu ikut menggunakan gas bersubsidi tersebut.
"Fenomena itu terjadi karena adanya penyimpangan distribusi. Gas LPG 3 kg yang seharusnya untuk masyarakat tidak mampu, namun keluarga mampu ikut menggunakannya," ujar Tulus kepada Media Indonesia, Minggu (30/7).
Baca juga : Penyaluran Elpiji 3 Kg secara Tertutup, Pengamat: Jangan Abu-abu
Tulus melanjutkan, dengan pendistribusian yang tidak tepat tersebut membuat kuota LPG untuk masyarakat tidak mampu pastinya berkurang. Sehingga hal itu menimbulkan kelangkaan gas bersubsidi di berbagai daerah.
"Di satu sisi kuota subsidi itu tetap, tapi disisi lain konsumennya bertambah. Pastinya kuota akan berkurang, sehingga di lapangan terjadi kekurangan pasokan," ujarnya.
Oleh karena itu, Tulus menyarankan, pemerintah harus segera menerapkan kembali sistem pendistribusian tertutup bagi gas LPG 3 kg. Sehingga nantinya hanya masyarakat yang tidak mampu yang dapat membeli gas bersubsidi tersebut.
Baca juga : Pemerintah Galakkan Pemakaian Kompor Listrik ke Orang Kaya
Kemudian, pemerintah juga dapat menambah lagi pasokan tabung gas LPG 3 kg tersebut. Namun, hal itu menurutnya tidak mudah, karena pemerintah harus menambah pagu subsidi untuk gas bersubsidi tersebut.
"Simple saja persoalannya. Pemerintah punya nyali tidak untuk menerapkan distribusi tertutup itu? Atau pemerintah punya anggaran lebih tidak untuk menambah pagu subsidi?. Jadi Jangan menyusahkan masyarakat hanya untuk mendapatkan gas LPG 3 kg tersebut," pungkasnya.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, kelangkaan gas LPG 3 kg ini sudah terjadi berulang kali, bahkan setiap kelangkaan itu terjadi pasti harga gas LPG 3 kg akan mengalami kenaikan dan rakyat yang kurang mampu akan menjadi korbannya.
Baca juga : Cegah Peredaran Alat Kesehatan Palsu, idsMED Gelar Talkshow dan Edukasi
Menurutnya, kelangkaan itu bisa terjadi dikarenakan distribusi yang digunakan oleh pemerintah selama ini adalah distribusi terbuka dan bukan distribusi tertutup. Sehingga, dengan distribusi terbuka tersebut dapat dimanfaatkan oleh siapapun untuk membeli gas LPG 3 kg.
Karena itu, ia menegaskan, Pertamina harus berani mengubah sistem distribusi dari sistem terbuka menjadi menjadi sistem distribusi tertutup agar LPG 3 kg diperuntukkan hanya untuk rakyat mikskin yang berhak memperoleh subsidi.
"Kalau bersedia, Pertamina sebenarnya dapat menggunakan data yang berhak menerima subsidi dari Kementerian Sosial yang selama ini sudah digunakan untuk dasar pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT)," imbuhnya.
Baca juga : Ledakan Tabung Gas, Tiga Warga Pasar Baru Terluka
Selain itu, Fahmy juga menyarakan agar masyarakat yang kurang mampu tersebut diberikan kartu yang terdapat barcode untuk memudahkan masyarakat kurang mampu dalam membeli dan mendapatkan gas LPG 3 kg dengan harga subsidi.
"Saya kira dengan cara itu akan mengatasai kelangkaan dan subsidi akan lebih tepat sasaran," ujarnya. (Z-5)
Baca juga : Pertamina akan Tutup Pangkalan yang Jual Gas Elpiji 3 Kg Tanpa KTP
Langkah tegas PT Pertamina dalam memberantas praktik pengoplosan tabung gas elpiji 3 kilogram dan distribusi BBM yang tidak sesuai peruntukan menuai apresiasi.
PERTAMINA Patra Niaga bersama Bank Indonesia berkolaborasi menerapkan sistem pembayaran digital QRIS di pangkalan gas elpiji 3 kg.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menilai perbedaan data antara Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM menjadi tanda krisis koordinasi.
"Total kita siapkan 1.120 tabung gas elpiji 3 kg, harga sesuai HET Rp18 ribu per tabung,"
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan aturan baru dalam pembelian gas elpiji 3 kilogram (kg).
KELANGKAAN hingga tingginya harga gas elpiji 3 kilogram (kg) di kawasan Provinsi Aceh jalan terus. Sejak tiga pekan terakhir hingga Minggu (6/7), belum ada tanda-tanda membaik.
Peluncuran ini diharapkan dapat memperkenalkan minuman ini ke pasar lebih besar dan meningkatkan daya saing pasar minuman sehat yang terus berkembang.
Program MBG yang disalurkan oleh SPPG Mutiara Keraton Bogor yang dikelola oleh Jimmy Hantu atau Sujimin berjalan lancar di SMP Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kemendag terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok Minyakita jelang Nataru
Di tengah perubahan perilaku konsumen dan tekanan kompetisi yang semakin tajam, efisiensi dan kecepatan distribusi kini menjadi faktor penentu daya saing industri FMCG.
BEREDAR wacana peningkatan status Perum Bulog menjadi kementerian serta penggabungannya dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Kerja sama ini membantu pelaku usaha online untuk dapat mendistribusikan produknya secara lebih luas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved