Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT energi yang juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria meminta agar rencana kebijakan distribusi elpiji atau liquid petroleum gas (LPG) tabung 3 kilogram (kg) secara tertutup tidak abu-abu. Nantinya, tabung gas melon itu hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak atau secara tepat sasaran.
Saat ini penyaluran elpiji 3 kg bersifat terbuka, yang mana masyarakat yang telah mendaftarkan diri di pangkalan resmi Pertamina dapat membeli produk tersebut dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga.
"Penyaluran tertutup harusnya khusus kepada masyarakat terseleksi yang memenuhi syarat sebagai penerima subsidi. Maka, pemerintah wajib menyampaikan ini ke masyarakat, sehingga dasar kebijakannya menjadi jelas dan tidak abu-abu," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (17/1).
Baca juga: Pemerintah Galakkan Pemakaian Kompor Listrik ke Orang Kaya
Setelah pemerintah menyelesaikan pendataan pembelian elpiji 3 kg wajib pakai KTP, akan ada opsi perubahan untuk mendapatkan barang subsidi tersebut bagi masyarakat miskin yang terdata. Caranya, pemerintah akan memberikan bantuan secara langsung atau tunai kepada penerima manfaat. Hal ini untuk menekan konsumsi elpiji 3 kg yang terus-terusan membengkak. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai skema bantuan tunai itu.
Sofyano menuturkan jika pemerintah berharap kebijakan subsidi tepat sasaran, maka langkah yang wajib dilakukannya adalah menetapkan secara jelas dan tegas mengenai peraturan tentang siapa pengguna subsidi yang berhak, volume subsidi yang ditetapkan, serta sanksi jika ada peraturan di langgar. Hal ini diyakini bisa mengendalikan distribusi elpiji 3 kg dengan benar dan tepat sasaran.
Baca juga: Bauran EBT 2023 Meleset dari Target, Cuma 13,1%
"Dan jika ada pelanggaran pun bisa jelas sanksi yang akan dijatuhkan. Tidak seperti selama ini yang tidak ada dasar hukum yang tegas diterapkan, baik lewat peraturan presiden (perpres) atau peraturan menteri (permen), sehingga kuota elpiji terus membesar," jelasnya.
Dari data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, penyaluran elpiji 3 kg terus meningkat sejak 2017. Di 2023, realisasi penyaluran mencapai 8,05 juta metrik ton (MT), atau di atas kuota anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yakni 8 juta MT.
Dihubungi terpisah, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Mustika Pertiwi mengatakan belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai rencana bantuan tunai pembelian elpiji 3 kg.
Ia menegaskan saat ini kebijakan subsidi elpiji 3 kg masih mengacu pada nota keuangan APBN yakni subsidi tabung gas melon berbasis komoditas, bukan orang.
"Kebijakan transformasi subsidi energi menjadi subsidi berbasis orang atau penerima manfaat akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan data, infrastruktur, serta kondisi ekonomi dan sosial masyarakat," ucapnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mendukung rencana pemberian bantuan tunai untuk masyarakat miskin membeli elpiji 3 kg. Bahkan, ia berharap agar implementasi wacana tersebut bisa segera dieksekusi.
"Kalau kami sih inginnya program itu semakin cepat dikerjakan, semakin bagus ya. Mungkin setelah Pilpres ya. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan," katanya di Kantor DEN.
Djoko menyebut dengan rencana distribusi elpiji 3 kg secara tertutup, dapat mengantisipasi kebocoran penyaluran jatah tabung gas melon dan menekan konsumsi produk energi tersebut.
"Iya sudah pasti upaya itu bisa menekan konsumsi. Kita cari cara-cara agar penyaluran ini tepat sasaran. Karena ada banyak penyalahgunaan itu biasanya operasinya malam hari di tempat yang ngumpet-ngumpet gitu," tutupnya. (Ins/Z-7)
Langkah tegas PT Pertamina dalam memberantas praktik pengoplosan tabung gas elpiji 3 kilogram dan distribusi BBM yang tidak sesuai peruntukan menuai apresiasi.
PERTAMINA Patra Niaga bersama Bank Indonesia berkolaborasi menerapkan sistem pembayaran digital QRIS di pangkalan gas elpiji 3 kg.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menilai perbedaan data antara Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM menjadi tanda krisis koordinasi.
"Total kita siapkan 1.120 tabung gas elpiji 3 kg, harga sesuai HET Rp18 ribu per tabung,"
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan aturan baru dalam pembelian gas elpiji 3 kilogram (kg).
KELANGKAAN hingga tingginya harga gas elpiji 3 kilogram (kg) di kawasan Provinsi Aceh jalan terus. Sejak tiga pekan terakhir hingga Minggu (6/7), belum ada tanda-tanda membaik.
Langkah tegas PT Pertamina dalam memberantas praktik pengoplosan tabung gas elpiji 3 kilogram dan distribusi BBM yang tidak sesuai peruntukan menuai apresiasi.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi terus bergerak cepat melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina.
Dia menjelaskan selain menganalisis dokumen pengajuan, pihaknya juga melakukan klarifikasi terkait penyewaan kapal yang akan digunakan oleh PT PIS.
Kilang LPG Cilamaya yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat itu dibangun untuk mendukung program substitusi impor, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan LPG dalam negeri.
Menurutnya, seluruh proyek yang telah menyelesaikan studi pra-kelayakan (pra-feasibilty study) akan diselesaikan tahun ini agar bisa mulai konstruksi pada 2026.
Dengan sistem baru di tahun depan, pembelian LPG akan tercatat berdasarkan domisili dan status penerima, sehingga distribusi menjadi lebih tepat sasaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved