Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Aldiracita Sekuritas Indonesia bersama anak usahanya PT Surya Timur Alam Raya/STAR Asset Management, menggandeng mitra global, Value Partners Group Limited.
Mereka menjalin kemitraan lintas batas untuk mendorong pertumbuhan industri manajemen aset di kawasan Asia. Perjanjian kemitraan itu mulai efektif sejak ditandatangani di Jakarta, hari ini.
CEO of STAR Asset Management Reita Farianti menyampaikan pihaknya senang bisa bermitra dengan Value Partner, salah satu perusahaan manajemen aset terkemuka di Asia, untuk memperkuat posisi STAR Asset Management di industri manajemen aset Indonesia.
Baca juga : Literasi Keuangan Salah Satu Cara Hadapi Ketidakpastian Pasar Global
Menurut dia, STAR Asset Management bertujuan memanfaatkan ekonomi Indonesia yang berkembang pesat dan lanskap investasi yang sedang berkembang, menawarkan berbagai reksa dana inovatif, dan solusi investasi kepada investor lokal dan internasional.
"Kami berharap dari kolaborasi ini terjadi transfer knowledge untuk membawa sustainability dari segala hal, people, skill, capacity, technology, dan good corporate governance," kata Reita, di Jakarta, Rabu (26/7).
Presdir Aldiracita Sekuritas Indonesia Rudy Utomo mengutarakan Grup Aldiracita melalui anak usaha STAR Asset Management bersemangat berkolaborasi dengan Value Partner.
Baca juga : Percepat Transisi Energi Bersih, Hitay Siap Kembangkan Potensi Panas Bumi
Ini untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia dan memberi investor akses ke berbagai produk manajemen aset STAR Asset Management yang beragam.
"Kami percaya komitmen bersama kami untuk memberikan solusi investasi yang luar biasa dan layanan klien yang tak tertandingi ini mendorong kesuksesan jangka panjang bagi perusahaan dan klien kami," ujar Rudy.
CEO Value Partners Group June Wong menekankan kemitraan dengan Star Group merupakan tonggak penting dalam upaya berkelanjutan membangun kemitraan strategis yang menawarkan keuntungan terukur bagi kliennya.
Baca juga : KLHK Kerja Sama dengan Mitra Dukung Implementasi FOLU Netsink 2030
"Dengan kedua perusahaan bergabung dan memanfaatkan kekuatan masing-masing, kami semakin yakin bisa membawa solusi investasi yang inovatif dan berbeda ke pasar Asia Tenggara yang dinamis," tuturnya.
Ia menjelaskan melalui perjanjian kemitraan strategis itu, Sensible Asset Management Hong Kong Limited, anak perusahaan Value Partners, akan mengakuisisi 29,99% saham PT Surya Timur Alam Raya Asset Management (STAR Asset Management), divisi manajemen aset di bawah PT Aldiracita Sekuritas Indonesia.
Sebaliknya, di Singapura, Aldiracita Global Investment akan mengakuisisi 29,99% saham Value Partners Singapore.
Baca juga : Infineon Batam Ekspansi Usaha, Kepala BP Batam Siap Mengawal
Secara bersamaan, Value Partner Group dan STAR Group berkomitmen untuk mematuhi semua hukum dan peraturan berlaku dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Otoritas Moneter Singapura (MAS).
Value Partners memiliki pengalaman investasi lebih dari 30 tahun di Asia, dan perusahaan ini diakui atas kepemimpinannya dalam investasi environmental, social, and governance (ESG) dan standar layanan internasionalnya.
Sementara itu, STAR Asset Management juga dikenal luas oleh kliennya karena keahlian dan pengalaman investasi lokalnya. Pada Juni 2023, asset under management (AUM) reksadana STAR tumbuh 22,25% di atas pasar. (RO/S-2)
Adapun aset pemerintah pusat di wilayah Jakarta mencapai Rp1.400 triliun. Sebentar lagi, DKI Jakarta tidak lagi berstatus sebagai Ibu Kota Negara.
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Keterlibatan investor asing turut dipertimbangkan seiring keterbatasan teknologi nasional dan masih berlangsungnya penyusunan regulasi karbon biru di Indonesia.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerima sejumlah investor institusional dan pelaku industri keuangan di Jakarta, Selasa (3/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved