Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kereta api (KA) Argo Parahyangan tidak disuntik mati alias masih beroperasi mengangkut penumpang, meski Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan beroperasi di tahun ini.
Sebelumnya, Kementerian BUMN mengusulkan agar KA Argo Parahyangan berhenti beroperasi membawa penumpang dan beralih menjadi kereta logistik.
"KA Argo Parahyangan tetap beroperasi," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal saat dihubungi wartawan, Rabu (28/6).
Baca juga : Kemenhub Masih Kaji Opsi Pemberhentian Argo Parahyangan
Ia mengatakan meski memiliki tujuan yang sama yakni pergi ke Bandung, rute yang dilewati KA Argo Parahyangan dengan KCJB pun berbeda. Sehingga, pengoperasian KA Argo Parahyangan tidak mengganggu keberadaan kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu.
Masyarakat yang akan pergi ke Bandung dengan KA Argo Parahyangan akan naik dari Stasiun Gambir, lalu menuju Bekasi, Cimahi dan Bandung. Sedangkan, KCJB melayani empat stasiun yaitu Halim, Karawang, Padalarang dan Tegalluar.
"Pangsa pasarnya kan agak beda. Jalur keretanya pun berbeda walau searah ke Bandung. Jadi, tidak ada masalah," jelas Risal.
Baca juga : Kemenhub akan Sulap Argo Parahyangan Jadi Kereta Wisata
Selain itu, masyarakat bisa memiliki beragam opsi menaiki moda transportasi untuk pergi ke Kota Kembang dengan jarak waktu perjalanan yang berbeda.
Jarak tempuh KA Argo Parahyangan dari Jakarta ke Bandung selama 3 jam 15 menit. Sedangkan, dengan KCJB, masyarakat bisa sampai ke Bandung dalam waktu 45 menit.
Selain jarak tempuh, harga tiket dua kereta juga berbeda. Tiket KA Argo Parahyangan Jakarta-Bandung dibanderol mulai Rp150 ribu. Sementara, tarif kereta cepat dipatok sekitar Rp300 ribuan untuk jarak terjauh.
Baca juga : Beredar Tarif Whossh Capai Rp600 Ribu, Kemenhub : Jangan Cepat Percaya
"Iya jadi ada beberapa pilihan untuk masyarakat pergi ke Bandung," pungkas Risal.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengamini pernyataan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub yang menegaskan KA Argo Parahyangan tidak berhenti beroperasi, seiring pengoperasian KCJB.
Moda transportasi tersebut masih bisa dinikmati masyarakat dari Stasiun Gambir ke Bandung, atau sebaliknya.
Baca juga : Pengamat Minta Tarif Kereta Cepat Jangan Sikut-sikutan dengan Argo Parahyangan
"KA Argo Parahyangan masih akan beroperasi," sebutnya.
KAI disatu sisi, masih menunggu izin operasional KCJB dari Kemenhub yang akan terbit pada Juli, satu bulan sebelum kereta cepat dikenalkan masyarakat atau soft launching pada 18 Agustus 2023. (Z-5)
Baca juga : Izin Terbit, Kereta Whoosh Siap Beroperasi Komersial
Karena belum pernah naik Whoosh, Anies memilih menggunakan Argo Parahyangan saat menuju Bandung.
Kemenhub tengah mengkaji wacana menyulap kereta api (KA) Argo Parahyangan tujuan Bandung menjadi kereta wisata.
DIREKTUR eksekutif Instran Deddy Herlambang meminta kepada pemerintah untuk membedakan harga tiket Whoosh dengan KA Argo Parahyangan supaya tidak sikut-sikutan.
PENGAMAT kebijakan publik PH&H Public Policy Interest Group Agus Pambagio menilai usulan tarif kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar Rp250 ribu untuk membunuh Kereta Api Argo Parahyangan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan volume pelanggan yang signifikan pada periode long weekend Idul Adha sejak Selasa, 27 Juni 2023 sampai Minggu, 2 Juli 2023.
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved