Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUSAHA Truk Indonesia (Aptrindo) kecewa dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait aturan larangan kendaraan over dimension and over load (ODOL). Aptrindo meminta seluruh pihak dilibatkan
"Kemenhub fokus semata pada aspek keselamatan tanpa memperhitungkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha logistik hanya akan memperbesar ketimpangan dan keresahan di lapangan," tegas Aptrindo dalam pernyataan resmi,Jumat (27/6).
Asosiasi angkutan logistik itu mendesak pemerintah menghentikan narasi yang menyudutkan pengusaha angkutan barang. Dalam rilis itu disampaikan agar kebijakan penanganan ODOL harus melibatkan semua pihak dalam rantai logistik, agar efektif. Kami berharap dilibatkan secara formal dalam perumusan kebijakan strategis penanganan ODOL," kata mereka.
Aptrindo menegaskan mereka asosiasi resmi dan sah yang menaungi mayoritas pelaku usaha angkutan logistik di Indonesia. Sejauh ini, keterlibatan merekam klaim dia, masih belum jelas dan kurang representatif.
Justru, Aptrindo menilai selama ini asosiasi-asosiasi yang tidak memiliki struktur nasional jelas, dan tanpa keanggotaan terverifikasi, malah diberikan ruang luas dalam diskusi kebijakan yang sangat berdampak pada sektor logistik nasional. Mereka menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem transportasi barang nasional yang aman, efisien, dan berkelanjutan. (H-4)
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved