Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT kebijakan publik PH&H Public Policy Interest Group Agus Pambagio menilai usulan tarif kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar Rp250 ribu untuk membunuh Kereta Api Argo Parahyangan.
Pasalnya sahut Agus, hal itu sama dengan harga tiket kelas eksekutif Parahyangan.
"Jadi Rp250 ribu itu tujuannya adalah untuk membunuh KA Parahyangan. Tapi itu juga tidak akan membuat orang naik kereta cepat. Karena repot (naik kereta cepat)," ujarnya saat dihubungi, Minggu (13/8).
Baca juga : 1 September, Jokowi Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Selain bertujuan mematikan KA Parahyangan, lanjut Agus, tarif sebesar Rp250 ribu untuk kereta cepat juga bakal menggembosi uang negara. Sebab, dengan hitungan kasar dari nilai investasi dan perkiraan return on investment (ROI), harga asli tiket kereta cepat masih menembus Rp1 juta.
Dus, setidaknya ada selisih sekitar Rp750 ribu yang harus didiskon atau disubsidi oleh pemerintah. Dengan kata lain, bila usulan tarif itu diterima, negara harus mengalokasikan dana sekitar Rp5-10 triliun untuk menyubsidi kelas menengah atas agar bisa naik kereta mewah tersebut.
Baca juga : KCIC Usulkan Tarif Diskon Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Padahal semestinya subsidi hanya diberikan kepada kelas menengah bawah terhadap transportasi publik berkelas ekonomi. Karenanya, usulan tersebut mestinya bisa dikesampingkan jika orientasi kebijakan menyasar pada kepentingan publik.
Bila nantinya pemerintah menghendaki tarif kereta cepat menjadi Rp250 ribu, Agus juga menilai publik tak lantas berbondong-bondong menggunakan angkutan tersebut. Sebab, titik berangkat kereta cepat itu berada di pinggir kota dengan akses jalan yang rumit dan kerap macet.
Akses jalan yang sulit dan macet bakal menimbulkan biaya lebih bagi masyarakat. Belum lagi fasilitas di Halim tak memadai untuk menampung hilir mudik calon penumpang kereta cepat.
"Di seluruh dunia, stasiun kereta api itu ada di tengah kota, bukan di pinggir kota. Ini ada di Halim, pinggir kota, macet, dan Wamen bilang tidak ada tempat untuk parkir, mau berapa jam kita sampai ke Halim?" kata Agus.
Selain itu, belum ada kejelasan mengenai pengintegrasian moda transportasi setelah penumpang turun di Padalarang. "Kereta cepat itu turun di Padalarang. Ke Bandungnya naik apa? Ongkosnya berapa?" lanjutnya.
Agus juga berpandangan, bukan hanya usulan tarif tersebut yang tak tepat, melainkan proyek kereta cepat itu sendiri. Proyek tersebut, kata dia, secara nyata merupakan bentuk kanibalisme terhadap infrastruktur dan moda angkutan publik lainnya.
"Siapa juga yang minta kereta cepat? Tidak ada yang minta dan menyuruh. Ke Bandung itu kan banyak pilihannya. Ini adalah kanibal. Salah satu pasti akan mati. Kalau tidak Parahyangan dibunuh, ya kereta cepat mati karena tidak ada yang naik," kata dia.
"Ini (proyek) tidak jelas. Karena dasar pembangunannya bukan kebutuhan publik, tapi proyek. Kebutuhan orang-orang tertentu," pungkas Agus. (Z-4)
SELAMA masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 KCIC mencatat bahwa layanan Whoosh tidak hanya diminati oleh penumpang domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.
Tujuh gajah Asia liar tewas setelah tertabrak kereta ekspres di Assam, India.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi membuka penjualan tiket kereta cepat Whoosh untuk periode libur akhir tahun.
Sejumlah pakar menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk melakukan restrukturisasi utang kereta cepat yang selama ini membebani BUMN anggota konsorsium
KPK mengungkapkan modus yang terungkap ini sangat merugikan negara karena mengharuskan pemerintah membeli kembali tanah yang seharusnya sudah menjadi milik negara.
Ia menilai wajar jika penyidikan KPK menemukan potensi penyimpangan bukan hanya dalam pembiayaan APBN, tetapi juga dalam pengadaan lahan proyek.
Berdasarkan data KCIC, jumlah penumpang Whoosh per 4 Juli mencapai 23.847. Kemudian pada 5 Juli 2024, tembus 24.135 penumpang.
BANK Mandiri bekerjasama dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mendukung penjualan tiket Kereta Cepat Whoosh melalui Livin’ by Mandiri di fitur Sukha.
ada diskon tiket harga Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) saat dikenalkan langsung atau soft launching ke masyarakat.
Pemerntah disebut tunduk dengan entitas bisnis asing. Kedaulatan negara dinilai telah diintervensi melalui skema-skema berisiko dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil membocorkan tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sebesar Rp300 ribuan untuk jarak terjauh dari Stasiun Halim hingga Stasiun Tegalluar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved