Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Pekan ini investor dan pelaku pasar memerhatikan sentimen domestik yang berasal dari keputusan tingkat suku bunga Bank Indonesia atau BI7DRR, yang akan diumumkan pada Kamis (25/5).
"Keputusan BI menjadi perhatian investor. Seiring cukup stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan inflasi yang cenderung turun, maka diprediksi akan Bank Indonesia akan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%," kata Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino, Senin (22/5).
Ada 3 sentimen negatif yang memberatkan IHSG yaitu kembali berlanjutnya pelemahan sebagian besar harga komoditas, melambatnya kenaikan harga properti residensial dan ketidakpastian terkait plafon utang atau debt ceiling di Amerika.
Baca juga: Suku Bunga Tinggi, Commerzbank Nikmati Laba Bersih Melonjak
"Sebagian besar harga komoditas pada perdagangan pekan lalu kembali melemah dipicu oleh beberapa faktor antara lain data ekonomi Tiongkok yang lebih rendah dari ekspektasi, ketidakpastian debt ceiling di Amerika dan menguatnya nilai tukar dolar Amerika terhadap mata uang utama lainnya," kata Mino.
Harga komoditas di pekan lalu masih kembali melemah. Pelemahan terbesar dibukukan oleh nikel sebesar -5,87% disusul CPO sebesar -4,53% dan batu bara sebesar -3,34%. Hanya 2 komoditas yang naik yakni timah dan minyak mentah.
Sementara itu sentimen positif yang menjaga IHSG yakni kembali surplusnya neraca perdagangan dan aksi beli investor asing. Pada April 2023 neraca perdagangan kembali surplus sebesar US$3,94 miliar naik dari sebelumnya sebesar US$2 83 miliar. Surplus neraca perdagangan tersebut juga lebih baik dari konsensus US$3,33 miliar.
Baca juga: Pemerintah Raup Rp15 Triliun dari Lelang Tujuh Surat Utang
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat meski inflasi berada di posisi yang terkendali, bukan berarti Bank Indonesia dapat menurunkan tingkat suku bunganya saat ini.
"Spread premium yang mengecil, membuat volatilitas bertambah namun memberikan sebuah gambaran bahwa Indonesia memiliki nilai yang kompetitif saat ini untuk dapat bersaing," kata Nico. Saat ini spread atau selisih suku bunga BI dan bank sentral AS The Fed hanya sekitar Saat ini spread suku bunga acuan The Fed dan BI mulai menyempit menjadi 0,75%-0,5%, dari sebelumnya mencapai 3,25% di zaman pandemi kala suku bunga rendah.
Kepala Ekonom Regional Asia HSBC Frederic Neumann menyakini terkait dengan negosiasi plafon utang di AS bahwa negosiasi akan terjadi antara mendekati tenggat waktu atau sedikit setelah tenggat waktu.
"Lami pikir masalah ini akan diselesaikan. Tentu saja, ada risiko, tetapi kami tidak berpikir kegagalan itu akan terus berlanjut di Amerika Serikat," kata Frederic.
Jadi negosiasi terkendala secara ekstrem, tentu risiko volatilitas di seluruh dunia akan memengaruhi suku bunga dan pasar lainnya. Tetapi mereka yakin itu tidak akan terjadi.
(Z-9)
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% bulan ini menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, dibuka menguat seiring harapan pelaku pasar bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% untuk stabilkan rupiah di tengah gejolak global. Rupiah Rp16.880 per dolar AS, BI nilai masih undervalued.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
IHSG hari ini (18/2/2026) melonjak 1,19% ke level 8.310,23. Pasar optimis menanti hasil RDG Bank Indonesia dan rilis data kredit. Cek saham top gainers di sini.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved