Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERI pinjaman terbesar kedua Jerman, Commerzbank, pada Rabu (17/5) mengatakan laba bersihnya naik hampir dua kali lipat pada kuartal pertama. Ini berkat penarik dari suku bunga yang lebih tinggi.
Grup itu mengatakan mendapat keuntungan sebesar 580 juta euro (US$630 juta) dibandingkan dengan 298 juta euro pada periode yang sama tahun sebelumnya. "Kami memiliki awal yang sangat baik hingga 2023," kata CEO Manfred Knof dalam suatu pernyataan.
"Perkembangan suku bunga terus memberi kami penarik dan bisnis fee memberikan hasil yang baik," katanya. Seperti pemberi pinjaman lain di Eropa, Commerzbank mendapat manfaat dari lingkungan suku bunga yang lebih tinggi karena Bank Sentral Eropa telah menaikkan biaya pinjaman pada tingkat yang belum pernah terjadi dalam beberapa bulan terakhir untuk memerangi inflasi.
Baca juga: Laba Raksasa Reasuransi Jerman Munich Re Jatuh akibat Gempa
Inflasi di Jerman, ekonomi terbesar Eropa, turun menjadi 7,2% pada April setelah memuncak pada 8,8% Oktober lalu.
Commerzbank mengatakan pendapatan kuartalan turun sedikit hingga di bawah 2,7 miliar euro dari 2,8 miliar euro setahun sebelumnya. Pemberi pinjaman mengatakan penurunan itu sebagian karena biaya yang disisihkan untuk menutupi biaya hukum di mBank unit Polandia.
Commerzbank memulai perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir, berfokus pada memenangkan pelanggan baru, digitalisasi, dan mengurangi tenaga kerjanya. Bank telah memberhentikan sekitar 9.000 pekerjaan sejak 2021 dari rencana 10.000.
Baca juga: Ekonomi Jepang Tumbuh Lebih Tinggi daripada Ekspektasi
Perombakan tersebut membantu grup tersebut tetap bertahan untuk tahun kedua berturut-turut pada 2022 ketika membukukan laba bersih sebesar 1,4 miliar euro. Commerzbank kembali ke indeks DAX prestisius dari 40 perusahaan terdaftar teratas Jerman pada Februari. Ke depan, Commerzbank menargetkan laba bersih setahun penuh jauh di atas 2022. (AFP/Z-2)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
DPR RI desak pemerintah daerah klarifikasi dana Rp234 triliun yang mengendap di bank.
Finnet aktif membantu proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di salah satu Bank BUMN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved