Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah mengatakan, hampir seluruh bank sentral di dunia akan menjadikan kebijakan The Federal Reserve (The Fed) sebagai acuan dalam memutuskan kebijakan suku bunga. Karenanya, pergerakan tingkat bunga acuan bank sentral di dunia bergantung pada langkah yang akan diambil oleh bank sentral Amerika Serikat tersebut.
Kondisi perekonomian AS yang saat ini diwarnai dengan kebangkrutan sejumlah bank atau lembaga keuangan akibat tingginya suku bunga acuan dan melandainya tingkat inflasi dipandang akan membuat The Fed menahan kebijakan suku bunganya.
"Jadi yang akan paling menentukan adalah kebijakan The Fed. Kondisi ekonomi di AS saat ini diperkirakan akan menahan The Fed melanjutkan kenaikan suku bunga," jelas Piter saat dihubungi, Rabu (3/5).
Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75%
Dia mengatakan, bila The Fed benar akan menghentikan penaikan suku bunga acuan, maka banyak bank sentral lainnya akan melakukan hal yang sama. Namun Piter tidak dapat memastikan kapan itu akan terjadi lantaran belum ada sinyal yang diberikan oleh bank sentral AS tersebut. Bila pun nantinya Federal Open Market Commitee (FOMC) meeting memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya, Piter meyakini itu akan menjadi yang terakhir.
"Kalaupun The Fed masih menaikkan suku bunga, diyakini maksimal satu kali lagi, dan saya kira ini yang menjadi sorotan banyak analis saat ini," jelas dia.
Baca juga: IHSG Masih Lanjutkan Pelemahan, Dampak Krisis Keuangan Amerika
Apapun keputusan The Fed, lanjut Piter, akan sangat mempengatuhi pengambilan kebijakan Bank Indonesia. Sama dengan bank sentral negara lainnya, BI akan menjadikan hasil keputusan The Fed sebagai rujukan yang penting dalam kebijakan suku bunga.
Menurut dia, BI saat ini juga masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan. Namun ruang itu tak terlalu lebar lantaran Piter meyakini tingkat suku bunga acuan BI paling tinggi akan berada di angka 6%.
"Maksimal 6.00%. Jadi saya perkirakan BI (masih bisa) menaikkan suku bunga satu kali lagi," pungkas dia. (Mir)
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved