Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Keuangan masih menunggu keputusan akhir mengenai kebijakan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat untuk mengendalikan tingkat inflasi. Lembaga pengelola keuangan negara itu juga sedang mencermati harga-harga sejumlah bahan pangan yang dijadikan bansos guna mengetahui besaran kebutuhan dana.
"Kalau dari rapatnya sendiri kelihatannya kan maunya langsung dari Bulog mendistribusikan (bansos), tidak lewat kemensos. Ini masih kita diskusikan eksekusinya itu seperti apa," kata Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata di kantornya, Jakarta, Selasa (7/3).
Kemenkeu, lanjutnya, juga perlu mengetahui berapa banyak jumlah penerima bantuan sosial tersebut. Bila merujuk data tahun lalu, total penerima bantuan mencapai 20,65 juta keluarga.
Baca juga: Pemprov DKI Coret Warga Pemilik Mobil dari Daftar Penerima Bansos
"Megenai jumlah penerimanya kita mesti cek lagi. Kalau menggunakan data tahun lalu 20,65 juta. Tapi katanya sudah ada data baru dan mungkin bisa berbeda. Ini nanti saya pastikan dulu," jelas Isa.
Dia menambahkan, program bantuan sosial itu diharapkan bisa dilaksanakan pada bulan ini. Ini sekaligus bakal menjadi bantalan bagi masyarakat penerima bansos saat Ramadan dan lebaran.
Baca juga: Bansos Minyak Goreng dan Subsidi Upah tak Dilanjutkan Tahun Ini
Bila nantinya Bulog ditunjuk sebagai penyalur bansos, kata Isa, maka anggaran mestinya tak menjadi soal. Sebab, umumnya Bulog lebih dulu melakukan pendistribusian bansos dan mengajukan klaim setelahnya.
"Kalau berasnya kan sudah ada di Bulog, dan anggaran itu biasanya tidak jadi hambatan karena biasanya Bulog itu melaksanakan dulu kemudian mengeklaim belakangan," terang Isa.
"Jadi beras sudah ada di Bulog, kalo mau disalurkan bisa disalurkan nanti bagaimana mekanisme klaimnya kepada pemerintah idealnya tetap kita pastikan dulu baru mereka ekskusi dari bendahara umum negara.”
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah sedang menyiapkan program bantuan sosial sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi.
"Pemerintah kemarin telah memutuskan akan memberikan bantuan beras selama 3 bulan. Demikian pula untuk bantuan telur dan ayam ini sedang diatur regulasinya. Akan diberikan untuk 3 bulan terutama kepada desil yang mendapatkan PKH dan bantuan pangan non tunai. Nah, ini diharapkan dalam 3 bulan ini bisa berjalan," kata dia dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Tahun 2023, Minggu (5/3). (Z-11)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Pemerintah menyalurkan BLT Kesra tersebut sekaligus untuk tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2025.
Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terdampak bencana Sumatra.
Pos Indonesia menunjukkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kota Padang.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Harga di Pasar Penuin, Pasar Mitra Raya, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan harga cabai rawit merah menembus Rp92.950 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved