Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia masih menarik di mata investor. Menurutnya, itu didorong oleh enam faktor pendukung yang membuat penanam modal merasa bergairah berinvestasi di Tanah Air.
Faktor pertama ialah adanya stabilitas politik, hukum, dan kebijakan di Indonesia.
"Stabilitas politik, hukum kita cukup baik. Kita jarang terjadi gejolak politik, pergantian kepemimpinan setiap satu tahun. Dari hukum, pemberantasan korupsi menjadi fokus, reform regulasi tumpang tindih pun kita lakukan," ujar Bahlil dalam webinar, Rabu (8/2).
Faktor kedua, lanjutnya, Indonesia memiliki 43% populasi penduduk di kawasan ASEAN dan terbesar keempat di dunia. Ketiga, Indonesia saat ini memiliki pertumbuhan yang signifikan pada segmen kelas menengah baru, bahkan jumlahnya disebut mencapai 100 juta orang.
Hal tersebut, menurut Bahlil, menjadi nilai tambah bagi Indonesia. Pasalnya, para penanam modal memandang itu sebagai pasar yang menjanjikan.
"Ini pasar yang luar biasa sekali, yang bisa kita dorong untuk mencapai Indonesia Emas 2045," tutur Bahlil.
Faktor keempat ialah Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Hal ini mendorong minat investor untuk berusaha di Indonesia dan juga berkontribusi pada pengelolaan SDA melalui penghiliran yang saat ini sedang dilakukan.
Baca juga: Presiden: Penurunan Indeks Korupsi Tidak Pengaruhi Investasi
Melimpahnya SDA itu berkaitan dengan faktor pendukung kelima, yakni, potensi energi baru terbarukan yang cukup besar di Indonesia. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor seiring meningkatnya kesadaran global untuk mendorong perekonomian hijau.
Sejalan dengan itu, Indonesia juga memiliki potensi cadangan karbon terbesar ketiga di dunia. Ini merupakan faktor keenam yang disebut menjadi daya tarik Indonesia di mata investor.
Adapun sepanjang 2022 BKPM mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia senilai Rp1.207,2 triliun. Itu melampaui target yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni di angka Rp1.200 triliun.
Investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp552,8 triliun, atau 45,8% dari total investasi sepanjang 2022. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp654,4 triliun, atau 54,2% dari total investasi. (OL-5)
Pilihan produk seperti reksa dana, saham, hingga obligasi negara Fixed Rate (FR) bisa membantu masyarakat berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
BPKH menilai revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji menjadi momentum strategis bagi lembaga tersebut untuk memperkuat tata kelola dan fleksibilitas investasi serta penguatan peran anak usaha.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menunjukkan dampak investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved