Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM tiga tahun terakhir, Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana secara langsung senilai Rp1.104,85 triliun. Pembelian obligasi yang dilakukan BI itu kemudian digunakan untuk membiayai APBN oleh pemerintah.
"BI telah membeli SBN di pasar perdana secara langsung selama 3 tahun sebesar Rp1.104,85 triliun untuk membiayai APBN," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta, Selasa (31/1).
Nilai tersebut terdiri dari pembelian SBN yang didasari pada Surat Keputusan Bersama (SKB) I sebesar Rp268,29 triliun, SKB II senilai Rp397,56 triliun, dan SKB III senilai Rp439 triliun.
Melalui SKB itu, maka terjadi penghematan pembiayaan anggaran bagi pemerintah. Sebab, pada SKB II, BI tak mengenakan bunga dari pinjaman yang diberikan melalui pembelian SBN.
Sementara SKB III, bunga yang dibayarkan oleh pemerintah tidak mengikuti bunga pasar, melainkan besaran bunga pasar dikurangi dengan tingkat suku bunga acuan BI yang belaku.
"Itu bunganya sama dengan biaya operasi moneter. Waktu 3,5% ya biaya fiskalnya 3,5%. Kalau bunga pasar 7%, maka tinggal dikurangi. Kalau sekarang BI rate 5,75% dan yield pasar 6-7% ya dikurangi saja, itu biaya penghematannya," jelas Perry.
Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan adanya SKB yang dibuat bersama dengan BI, pemerintah diestimasikan menghemat pembiayaan hingga Rp30 triliun per tahun.
"Yang kita hitung estimasi penghematan kita antara Rp29 triliun sampai Rp30 triliun per tahun .Tapi ini kan bergerak. SBN ini jangka waktu nya 5-8 tahun," tandasnya. (OL-8)
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, kini menteri keuangan (menkeu) dapat bergabung dalam rapat Dewan gubernur Bank Indonesia secara bulanan.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan membuka ruang penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan. Hal ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya kredit.
Setelah sukses di Jepang dan negara-negara ASEAN, (Quick Response Code Indonesian Standard) QRIS kini disiapkan untuk masuk ke pasar Korea Selatan.
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved