MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah pernyataan Menteri PAN-RB Azwar Anas yang menyebut anggaran penanganan kemiskinan tidak efektif.
Airlangga mengklaim sejumlah program yang dijalankan pemerintah terutama terkait perlindungan sosial sudah berjalan dengan baik.
Itu terlihat dari persentase penduduk miskin pada September 2022 yang tercatat sebesar 9,57%, turun 0,14% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Pemerintah sekarang punya program perlindungan sosial yang sudah tepat sasaran. Ada juga program penanganan kemiskinan ekstrem yang kita targetkan di 2024 jadi mendekati 0%," ujar Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (30/1).
Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa skema penyaluran anggaran untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan akan diubah, dari yang selama beberapa tahun ini dikelola PC-PEN, menjadi ke kementerian/lembaga terkait.
Dalam hal ini, pihak yang ditunjuk adalah Kementerian Sosial dan Kementerian Koperasi dan UKM
"Ini adalah skema yang kita lakukan sebelum covid-19. Jadi kita kembali ke sebelum covid-19," tuturnya.
"Untuk perlindungan sosial, nanti dikelola Kemensos dan yang terkait dengan pengembangan UMKM di Kemenkop UKM."
Ia meyakini, meski anggaran tersebar di beberapa instansi, program-program yang dijalankan bisa tepat sasaran dan mampu terus menurunkan angka kemiskinan. "Kita sudah pengalaman," tandas Ketua Umum Partai Golkar itu. (OL-8)