Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah tekanan situasi global, industri start up (rintisan) di Tanah Air diperkirakan kian menghadapi tantangan tak ringan pada 2023. Startup yang terkoneksi dengan platform e-commerce relatif lebih bisa bertahan.
Pendapat tersebut disampaikan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam webinar yang digelar Institute of Social Economic Digital (ISED) bertema Meneropong Masa Depan Startup 2023 di Jakarta, kemarin.
Hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini adalah Founder dan Dewan Pakar ISED Ryan Kiryanto serta Ignatius Untung, Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis UNJ serta Dewan Pakar ISED Dianta Sebayang dan Associate Dean Unika Atma Jaya dan Dewan Pakar ISED Rosdiana Sijabat.
Menurut Rudiantara, transaksi e-commerce di Indonesia diprediksi masih akan tumbuh. Pada 2023 ini, nilai transaksi (total processing value) diperkirakan mencapai Rp600 triliun dari sebelumnya Rp500 triliun pada 2022. Situasi ekonomi global saat ini memang sangat mempengaruhi terhadap keberlangsungan start up.
Hal ini dikarenakan aliran dana investasi beralih ke sektor yang pasti saja seperti perbankan. Kondisi ini memengaruhi bagi startup di level letter stage. Bahkan tak sedikit ada start up yang melakukan efisiensi SDM akibat dampak perekonomian global.
Perusahaan rintisan di Indonesia jumlahnya banyak, namun tidak diketahui keberadannya terkecuali yang terkoneksi dengan platform e-commerce sekitar 20 juta.
Dari banyaknya startup di Indonesia, ia memprediksi hanya 5% saja yang bisa bertahan dalam 10 tahun dan tidak lebih dari 10% yang bertahan dalam lima tahun.
Adapun Ryan Kiryanto menuturkan, pertumbuhan start up Indonesia beberapa tahun lalu berkembang pesat. Ketika pandemi dua tahun lalu, terjadi perubahan perilaku individu dari yang bersifat manual menuju digital. Hal ini yang dimanfaatkan generasi muda untuk mengembangkan start up.
Namun belakangan ini bisnis start up di Indonesia agak meredup karena kondisi ekonomi dunia sedang tidak sehat. “Beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman dan tentunya Rusia mengalami resesi. Kondisi ini memengaruhi investor yang tadinya mau cheap in, sekarang mereka sementara berhenti dulu. Kondisi ini menganggu aliran kas di sebagian start up Indonesia,” tandasnya.
Dianta Sebayang menambahkan, Indonesia termasuk salah satu negara yang menghasilkan banyak start up. Dari data yang dipaparkan Dianta, Indonesia adalah negara nomor lima penghasil start up. Yang menarik di Indonesia adalah banyaknya start up karya anak bangsa. Namun sayangnya mereka menjadi supporting dari industri yang lain jadi dan masih berdiri di kaki sendiri.
“Tahun ini masih banyak pertumbuhan karyawan di perusahaan start up. Tapi yang naik memang di sektor keuangan,” katanya.
Sementara, Rosdiana Sijabat menjelaskan, antara UMKM dan ekonomi digital memiliki kaitan erat. UMKM diharapkan dapat memanfaatkan digitalisasi untuk perkembangan usaha. Disebutkan, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi digital Indonesia.
Sedang Ignatius Untung menuturkan, pada dasarnya start up tidak seutuhnya dimonopoli oleh perusahaan teknologi. Dia menilai bahwa sebenarnya start up adalah rintisan. Sebuah perusahaan rintisan teknologi ketika permodalannya disuntik nature company digital memiliki cara beda dengan perusahaan pada umumnya yang dari kecil dicari dulu sampai unit ekonominya bagus dan laba baru membesarkan bisnis. (OL-8)
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berada di garis depan diplomasi dalam memperjuangkan terwujudnya Palestina yang damai dan merdeka.
Sementara, pada periode yang sama, bantuan pembangunan resmi (ODA) berjumlah US$223,7 miliar atau kurang dari 10% belanja global militer.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyuarakan agar MIKTA sebagai negara middle power untuk mendesak dilakukannya gencatan senjata permanen antara militer Israel dengan kelompok Hamas di Gaza,
"Ini tugasnya IPB. Urusan pangan ini serahkan ke IPB. Insyaalah rampung. Saya tunggu," kata Presiden.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2023 tumbuh sebesar 5,03%, melampaui sebagian besar perkiraan analis pasar
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang telah mendorong reformasi lembaga keuangan internasional, mengecam sistem keuangan global yang sudah ketinggalan zaman.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved