Sabtu 14 Januari 2023, 17:10 WIB

Ekonom Senior Dukung Jokowi Stop Ekspor Nikel-Bauksit

mediaindonesia.com | Ekonomi
Ekonom Senior Dukung Jokowi Stop Ekspor Nikel-Bauksit

Antara
Ilustrasi--Tambang nikel

 

EKONOM Senior sekaligus Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSOC) Hendri Saparini mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetop ekspor bijih nikel yang kemudian juga akan diterapkan pada Bauksit supaya fokus melakukan hilirisasi.

Meskipun Indonesia harus menelan kekalahan gugatan Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), kebijakan hilirisasi harus tetap dilanjutkan. 

“Ya memang itulah yang harus kita lakukan karena nilai tambah. Jadi yang sekarang harus kita persiapkan betul ya memang lobi, karena bagi Indonesia kita memang kekuatannya dari Sumber Daya Alam,” ujar Hendri, Sabtu (14/1).

Oleh sebab itu, kata Hendri, jika Indonesia tidak segera membangun industri hilirisasi dalam negeri maka tidak akan mendapatkan nilai tambah seperti yang dicita-citakan presiden.

“Tetapi kalau sumber daya alam itu kita tidak membangun industrinya atau hilirisasinya ya kita memang tidak akan bisa mendapatkan apa-apa,” ucapnya.

Menurutnya, mempertahankan kebijakan pelarangan ekspor nikel merupakan langkah yang sudah tepat, namun mesti harus diimbangi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap untuk mengelolanya.

“Jadi bahwa usaha itu pasti ada tentangan dari luar itu sudah sangat pasti, karena mereka punya teknologi dan mereka juga memiliki mereka ingin mendapatkan nilai tambahnya. Jadi sekarang apa yang harus dilakukan Indonesia tetap harus mempertahankan kebijakan itu,” tegas Hendri.

“Yang kedua kita harus mempersiapkan kekuatan lobinya, apa argumen kita yang bisa diterima oleh mereka dan yang ketiga ya kita segera menyiapkan SDM-nya,” imbuhnya.

Hendri menegaskan SDM yang unggul harus benar-benar dipersiapkan untuk mendapatkan nilai tambah tersebut. Pasalnya, jika itu tidak dilakukan dan hanya menjadi tempat untuk berinvestasi, nilai yang didapat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Karena kalau kita kemudian tidak juga menyiapkan SDM termasuk juga untuk teknologinya itu tidak hanya operatornya, tetapi juga teknologinya. Kita nantinya nilai tambah itu tidak akan kita bisa dapatkan banyak, karena kita hanya menjadi tempat untuk berinvestasi saja,” terangnya.

"Jadi, untuk nilai tambah lebih banyak benefit yang lebih banyak maka itu harus dilakukan,” ucap Hendri.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut hanya dengan setop ekspor nikel mentah saja, pendapatan ekspornya naik, dari yang semula bernilai hanya Rp17 triliun, kini dalam setahun bisa mencapai Rp360 triliun.

"Ini baru nikel, bauksit kemarin diumumkan Desember setop juga mulai Juni 2023 dan akan kita industrilisasikan di dalam negeri. Perkiraan kita dari Rp20 triliun, kurang lebih jadi Rp 60-70 trilun," kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu menjelaskan angka itu akan meningkat ratusan kali lipat apabila ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dapat terbentuk sepenuhnya di Indonesia. Baik nikel maupun bauksit sendiri merupakan beberapa di antara segelintir bahan utama pembuat baterai kendaraan listrik.

"Saya berikan bayangan tadi ekspor nikel dari Rp17 triliun ke Rp360 triliun itu angka lompatan besar sekali. Namun apabila sudah jadi ekosistem baterai dan eksiostem mobil listrik itu akan berikan ratusan kali nilai tambahan. Problemnya adalah kita digugat Uni Eropa," tukas Presiden Jokowi. (RO/OL-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Reformasi Pajak Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Poppy Zeidra : Optimis

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 19:06 WIB
Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal Pajak terus mendorong reformasi perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan...
Dok. Kementan

Panen Padi di Kabupaten Bekasi Melimpah, ini Pesan dan Harapan Petani

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 19:03 WIB
"Alhamdulillah panen musim ini hasilnya sangat memuaskan. Padahal secara jadwal tanam disini sedikit...
Dok. Kementan

BPS: Panen Padi Kabupaten Bekasi Meningkat 3 Persen, Sangga Jabar dan DKI Jakarta

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 18:58 WIB
"Produksi padi dan beras dihitung hingga level kabupaten dan kota. Termasuk hitungan di Kabupaten Bekasi. Dimana sejak 2021 luas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya