Kamis 05 Januari 2023, 19:48 WIB

Ancaman Resesi Picu Investor Beralih ke Obligasi, IHSG Tertekan

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Ancaman Resesi Picu Investor Beralih ke Obligasi, IHSG Tertekan

Antara
Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di BEI.

 

SEPANJANG perdagangan Kamis (5/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 159 poin (-2,34%) ke level 6.653. Sebanyak 10 dari 11 sektor terpantau melemah, dengan sektor energi mengalami pelemahan terdalam lebih dari 5%.

Lali, diikuti dengan sektor teknologi, barang baku, transportasi & logistik, infrastruktur, konsumen non-primer, industri, properti & reak estate, keuangan dan konsumen primer.

Total nilai transaksi yang diperdagangkan sebesar Rp14,23 triliun. Adapun total aksi jual bersih asing sebesar Rp808,57 miliar. Itu terdiri dari Rp642,92 miliar di pasar reguler dan Rp165,65 miliar di pasar negosiasi.

Baca juga: Ancaman Resesi 2023, Omzet Produk Halal Justru Meningkat Pesat

"IHSG melanjutkan tren penurunan. Sejak kemarin, indeks sudah turun lebih dari 1%. Pada perdagangan hari ini, penurunannya lebih dalam," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus, Kamis (5/1)

Menurutnya, fenomena window dressing yang tidak terjadi jelang pergantian tahun, ternyata mempengaruhi prospek January effect pada 2023. "Tren investor yang mengalihkan investasi ke instrumen obligasi, yang dinilai cenderung lebih aman, turut berdampak terhadap pergerakan pasar saham," imbuhnya.

Hal ini tercermin dari penguatan harga obligasi dan pelemahan kupon persentase imbal hasil atau yield acuan dalam negeri yang melemah 0,24%. "Memang dari potensi resesi di tahun ini, seiring ekonomi negara maju yang menunjukan perlambatan, turut mempengaruhi arah investasi," jelas Nico.

Baca juga: Bank Sumut Mau IPO, Targetkan Himpun Dana Rp1,49 Triliun

Meski demikian, perusahaan pemeringkat kredit obligasi Moodys Corporation menyebut bahwa Amerika Serikat dapat menghadapi slow-cession pada 2023. Dalam hal ini, skenario pertumbuhan ekonomi hampir terhenti, namun tidak pernah berbalik arah.

Sepanjang Kamis (5/1), Indeks LQ45 bergerak melemah. Saham yang mendominasi penguatan, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) (+2,55%), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) (+3,08%), PT United Tractors Tbk (UNTR) (+2,17%), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) (+5,26%), Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) (+1,94%).

Di lain sisi, saham berbobot besar yang mendominasi penurunan IHSG, yaitu Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (-2,73%) PT. Astra International Tbk (ASII) (-5,29%), PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI) ( -2%), PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA) (-1,2%), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (-4,17%).(OL-11)

Baca Juga

Ist

Pengamat Sorot Kinerja PTVI di Tengah Rencana Divestasi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 17:11 WIB
Menurut dia, PTVI selama ini dinilai sudah bekerja baik dan industri nikel tengah menjadi komoditas mineral primadona...
DOK pribadi.

Perempuan dari Indonesia Timur Peroleh Pelatihan 10 Keterampilan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 16:39 WIB
Pelatihan itu bertujuan agar perempuan mampu berpikir analitik, aktif, inovatif, kreatif, penuh inisiatif, menguasai teknologi digital,...
Antara

Presiden: Realisasi Investasi Lampaui Target

👤Andhika prasetyo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 16:34 WIB
realisasi investasi Indonesia pada mencapai Rp1.207 triliun. Angka tersebut melebihi target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp1.200...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya