Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Paper.id baru-baru ini mengadakan event makan siang eksklusif dengan dukungan Visa Indonesia, yang dihadiri oleh lebih dari 100 orang yang terdiri dari berbagai kalangan seperti institusi bank, influencer dan juga pebisnis yang juga pengguna Paper.id.
Perlu diketahui bahwa Paper.id adalah solusi pembayaran, penagihan dan keuangan untuk transaksi bisnis yang membantu pebisnis menerima dan melakukan pembayaran lebih cepat dengan berbagai metode.
Salah satu bagian terpenting acara adalah panel discussion yang mengusung tema “Make B2B Payments Easier with Credit Card” dan membahas beberapa poin terkait manfaat yang bisa dirasakan pebisnis jika mereka membayar invoice dengan kartu kredit.
Baca juga : Studi Visa: Tren Traveling Pasca-Pandemi Lampaui Masa Pra-Covid-19
Karena, masih banyak pebisnis di luar sana yang belum sadar akan kegunaannya buat bisnis, seperti memperpanjang tempo pembayaran.
Manfaat kartu kredit bagi sebagian pebisnis, masih sebatas pemahaman untuk kebutuhan konsumtif, ditambah lagi banyak pebisnis masih membayar dengan cash atau transfer bank.
CEO & Co-Founder Paper.id, Yosia Sugialam, mengungkapkan, “Pebisnis bisa memanfaatkan kartu kredit untuk menambah tempo pembayaran mereka dari 30 sampai 45 hari."
Baca juga : Gaya Hidup Serba Digital Generasi Muda Dorong Menuju 'Cashless Society'
"Biayanya juga tergolong murah dibanding dengan solusi paylater lain dan mudah dikontrol. Digabung dengan fitur lain di Paper.id seperti tukar faktur digital dan rekonsiliasi pembayaran otomatis, maka banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh oleh para pelaku usaha,” jelas Yosia dalam keterangan pers, Kamis (22/12).
Selain panel discussion, Paper.id juga turut memberikan apresiasi terhadap kepercayaan para penggunanya dengan memberikan penghargaan kepada empat orang dengan kategori: pengirim invoice terbanyak, pengguna payment in terbanyak, pengguna payment out terbanyak serta pengguna kartu Visa untuk pembayaran bisnis.
Yosia menambahkan, “Sinergi antara Paper.id dan Visa dapat mempermudah pebisnis menggunakan kartu kreditnya secara online dimanapun dan kapanpun.”
Acara seperti ini diharapkan juga bisa memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekosistem pembayaran di Indonesia, terutama meningkatnya kesadaran para pebisnis akan semakin terdigitalisasinya pembayaran dan besarnya manfaat dari solusi ini. (RO/OL-09)
Kualitas pendidikan bisnis menjadi faktor penentu daya saing nasional. Standar global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Bersama istrinya, Kak Ciwid, Pakde Prayogo membangun HIQWEEN sebagai solusi masalah flek hitam.
Jika geocoding tradisional sering kali hanya menempatkan pin di tengah bangunan atau jalan utama, inovasi ini memungkinkan pengguna menentukan titik presisi hingga ke pintu masuk gedung.
Pertama, Rezky telah meresmikan lapangan padelnya di kawasan Bintaro. Terbaru, ia baru saja membuka Monarch Padel Club di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (14/2).
MENUTUP 2025, pertumbuhan bisnis BRI Life meningkat signifikan. Ini ditunjukkan oleh pertumbuhan profit meningkat 25,4% dari Rp760,4 miliar pada 2024 menjadi Rp954 miliar pada 2025.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan Permenkum 49/2025 diterbitkan untuk memperkuat kepastian hukum, transparansi BO, serta tata kelola perseroan melalui SABH.
Proyek tersebut tidak hanya didukung secara administratif, tetapi juga diawasi ketat untuk memastikan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan warga lokal tetap menjadi prioritas utama.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan kolaborasi multisektor merupakan fondasi utama bagi penguatan ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Pemprov DKI disarankan agar menyiapkan alternatif hunian bagi warga yang akan direlokasi, misalnya melalui penyediaan rumah susun (rusun) atau bantuan pembelian lahan baru.
Melalui kegiatan ini KAI mengajak seluruh pengguna kereta api di Sumatera Utara untuk lebih peduli dalam mencegah tindak pelecehan seksual.
Acara yang seharusnya terbuka untuk masyarakat umum justru hanya dihadiri sekitar 100 kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved